Jumat, 1 Mei 2026

Hotel & Resort

Crown Group Perkenalkan Skye Suites Green Square, Hotel Apartemen Berlayanan Mewah

SKYE Suites Green Square menampilkan 90 unit suites premium, dari satu hingga tiga kamar tidur dan berukuran dari 46 m2 hingga 116 m2.

Tayang:
Editor: Ichwan Chasani
Dok. Crown Group
SKYE Suites Green Square. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Pengembang properti terkemuka Australia, Crown Group, memperkenalkan SKYE Suites Green Square, hotel apartemen berlayanan mewah ketiganya pada tahun ini di Australia.

SKYE Suites pertama kali dibuka pada tahun 2017 di Parramatta dengan 72 suite dan dianggap sebagai hotel butik Bintang 5 pertama di area tersebut, diikuti dengan SKYE Suites kedua di CBD Sydney, menampilkan 73 suite, satu tahun kemudian.

Terletak di kawasan Green Square, SKYE Suites Green Square merupakan bagian integral dari Infinity yang terpilih sebagai World’s Best Project pada perhelatan Annual Property Council tahun 2017.

Pendiri dan CEO Crown Group, Iwan Sunito, menyatakan bahwa SKYE Suites merupakan bagian dari rencana ekspansi Crown Group dalam industri perhotelan.

Local market

Iwan Sunito mengakui bahwa tingkat okupansi Skye Suite pada Maret 2020 mencapai 80 persen, namun setelah itu drop 30 persen pada April-Mei.

SKYE Suites Green Square Dipping Pool.
SKYE Suites Green Square Dipping Pool. (Dok. Crown Group)

“Tiga bulan terakhir ini kita kenaikannya dari 30-40 persen lalu setiap bulan kenaikan income dua kali lipat di tiga hotel SKYE Suite, dari Sidney, Parramatta dan Green Square,” ujarnya, Rabu (18/11/2020).

Meski ada pengetatan perjalanan di Australia, namun perlahan tingkat okupansi di ketiga hotel tersebut terus tumbuh.

“Jadi yang bertumbuh saat ini adalah local travel yaitu staycation, orang yang tinggal di daerah dekat kita, karena SKYE Suites memiliki faslitas resort yang komplit dan baru. Tapi fasilitasnya popular untuk keluarga, maupun corporate,” imbuh Iwan Sunito.

Optimisme Iwan Sunito bertambah jika pengetatan perjalanan di beberapa negara bagian di Australia dibuka akhir bulan ini. “Pertumbuhannya akan cepat lagi, saya harap dalam tiga bulan. Kita bergantung pada local travel, saya kira akan kembali ke 70-80 persen. Kami berharap kalau vaksin (Covid-19) sudah ketemu, pasar lebih besar lagi adalah pasar Asia,” ujarnya.

Satu hal lagi, imbuh Iwan, walaupun ada pengetatan ijin perjalanan, Australia menjadi destinasi popular untuk shooting film karena kasus Covid-19 di sana sangat rendah.

Infinity Ground Plaza
Infinity Ground Plaza (Dok. Crown Group)

“Kebetulan SKYE Green Square itu cuma kira-kira 7-8 menit jalan ke Fox Studio dimana mereka shooting di situ. Ini yang menarik, dimana ada larangan penerbangan dari negara lain, di sini ada kelebihan.

Hal lain yang membuat ketiga hotel SKY itu popular adalah karena manajemen tidak memilih menjadi hotel karantina.

“Karena mereka yang long term booking tidak mau ambil resikonya. Kami tidak mau switch ke karantina hotel karena dampak sosialnya terlalu besar untuk residensial. Banyak hotel di Sidney memilih jadi hotel karantina, kami nggak perlu karena okupansi kami sudah cukup,” kata Iwan.

Dari tingkat okupansi tersebut, Iwan tidak bisa memastikan berapa persen yang berasal dari Asia, atau lebih tepatnya dari Indonesia. Namun dia meyakini SKYE Green Square cukup popular bagi orang Indonesia.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved