Jumat, 29 Mei 2026

Akhirnya Warga Kampung Sawah Membuka Blokade Setelah Diterima Untuk Berdialog

Mereka pun membongkar tenda yang sebelumnya didirikan oleh warga di tengah jalan

Tayang:
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Warga Kampung Sawah RW 011 Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, membuka blokade Jalan Cakung Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (18/11/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Warga Kampung Sawah RW 11 Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara membuka blokade setelah perwakilan warga Kampung Sawah diterima berdialog atau mediasi dengan perwakilan Kementerian Agraria Tata Ruang (ATR) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sebelumnya, warga menutup Jalan Cakung Cilincing Raya, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (18/11/2020).

Warga menghentikan aksi blokade Jalan Cakung Cilincing sekira pukul 13.20. Mereka pun membongkar tenda yang sebelumnya didirikan oleh warga di tengah jalan. Tetapi, setelah diberi kesempatan untuk berdialog, warga menghentikan aksinya.

Ketua RW 11 Semper Timur Abu Bakar meminta kepada masyarakat tadi memblokade jalan agar membubarkan diri karena perwakilan dari mereka telah diterima untuk mediasi. “Buat warga yang demo, saya mohon untuk bubar karena perwakilan kita diterima bertemu dengan Kementerian ATR,” ungkapnya.

Baca juga: Baru Rilis All New Yamaha Aerox 155, Yamaha Meluncurkan Motor Matik Baru Lagi, NMAX atau XMAX?

Baca juga: Presiden Jokowi Ajak Muhammadiyah Ikut Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19 untuk Hindari Hoaks

Perwakilan warga yang diterima untuk mediasi tersebut tidak lepas dari upaya Polres Metro Jakarta Utara mengafiliasi masyarakat supaya tuntutan mereka dapat dipenuhi. Mereka pun membubarkan diri seraya membongkar tenda.

Selain itu warga juga membersihkan akses itu dari serakan sampah imbas dari aksi unjuk rasa itu. “Saya mohon warga pulang karena insyaallah keinginan warga semua akan kita perjuangkan. Warga tunggu saja hasilnya di rumah,” ucap Abu Bakar.

Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi mengatakan aksi itu terkait aspirasinya tentang status tanah ang diduduki selama puluhan tahun dan tentang legalitasnya. “Alhamdulillah kita telah fasilitasi perwakilan warga bertemu dengan staf ahli Kementerian ATR, dan mudah mudahan ada jalan keluarnya,” ucap Nasriadi, Rabu (18/11/2020).

Baca juga: Sedang Terbaring Sakit, Aktor dan Satrawan Remy Sylado Masih Dirawat Intensif di Rumah Sakit

Baca juga: Nenek Buta Hidup di Pedalaman Hutan Ditemani Suami di Gubuk Viral, Hidup Hanya Minum Air dari Sungai

Nasriadi menambahkan selama aksi demo yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari itu, warga tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai pencegahan penyebaran Covid-19. “Semua berjalan dengan lancar, tidak ada kendala dan semua patuhi prokol kesehatan dengan menjaga jarak dan memakai masker,” ujarnya. Selama blokade jalan berlangsung, dilakukan pengalihan arus kendaraan dari arah Cilincing menuju Cakung.

Aksi warga blokade jalan dilakukan terkait dengan upaya tuntutan ganti rugi lahan yang ada di Kampung Sawah RW 11 Semper Timur yang dipakai untuk Jalan Tol Cibitung Cilincing. Ketika itu sejumlah warga RW 011 Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara menutup Jalan Cakung Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara.

Penutupan jalan tersebut dilakukan oleh warga sejak pukul 08.00. Mereka mendirikan tenda darurat di tengah jalan yang dipakai untuk berteduh dari teriknya sinar matahari serta sesekali melakukan orasi. Kebanyakan warga yang melakukan aksi demo dengan menutup Jalan Cakung Cilincing adalah wanita dan anak-anak.

Baca juga: Giliran Enam Pegawai BPBD Kabupaten Bogor Positif Covid-19, Sebelumnya Bupati Bogor Positif Covid-19

Baca juga: Lewis Hamilton: Saya Bukan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Seperti Mereka

Sementara aparat kepolisian masih berjaga-jaga di sekitar lokasi warga melakukan penutupan jalan yang filakukan dengan mendirikan tenda. Spanduk panjang berisi tuntutan warga juga ikut dibentangkan di tengah jalan. Mereka sesekali menyanyi bersama menghibur diri.

Abu Bakar mengatakan bahwa aksi mereka kali ini menuntut kejelasan proses ganti rugi lahan yang dipakai untuk pembangunan Jalan Tol Cibitung Cilincing. “Aksi kami ini untuk menuntut ganti rugi terhadap penguasa. Warga yang ikut aksi demo dengan menutup jalan melibatkan sekitar 2.000 KK yang berasal dari RW 11 Semper Timur,” ujar Abu Bakar.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved