Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bekasi

Kisah Seram Seorang Sales, Kejar Target Hingga Dianiaya, Disekap dan Diancam Dibunuh Bosnya

Kisah seram seorang sales, kejar target hingga dianiaya, disekap dan diancam dibunuh oleh bosnya sendiri hingga berujung lapor polisi.

Tayang:
Penulis: Rangga Baskoro |
Istimewa
Kisah seram seorang sales, kejar target hingga dianiaya, disekap dan diancam dibunuh oleh bosnya sendiri hingga berujung lapor polisi. Foto Rico Pujianto (34), seusai melapor ke polisi. 

WARTAKOTALIVE.COM, BANTARGEBANG -- Kisah seram seorang sales, kejar target hingga dianiaya, disekap dan diancam dibunuh oleh bosnya sendiri hingga berujung lapor polisi.

Bekerja di bidang pemasaran cukup menguras tenaga dan pikiran, selain harus mengejar target penjualan, pekerjaan sebagai seorang sales ternyata juga tak luput dari risiko.

Seperti yang dialami Rico Pujianto (34) seorang sales pabrik besi dan baja di kawasan Bantargebang, Bekasi.

Ia jadi korban pemukulan, penganiayaan dan penyekapan lantaran dituduh melakukan penggelapan.

Video: Pelaku Penusukan Timses Cawalkot Makassar adalah Pembunuh Bayaran

"Kalau saya sales untuk wilayah Jawa Tengah, menyuplai produk ke toko-toko. Selama ini kan memang toko-toko yang saya suplai untuk daerah Jawa Tengah," ucap Rico saat dikonfirmasi, Sabtu (14/11/2020).

Dikejar target penjualan sudah biasa dihadapi Rico. Terlebih lagi, bosnya yang berinisial DS dinilainya terkesan acuh dan menginginkan agar barang yang sudah dilaporkan keluar dari pabrik, harus laku terjual.

Permasalahan bermula saat barang-barang yang jadi tanggunjawabnya banyak ditolak lantaran keterlambatan pengiriman.

Baca juga: Sales Pabrik Baja yang Dianiaya dan Disekap Bosnya Juga Diancam Dibunuh Pakai Pedang

Baca juga: Dituduh Menggelapkan Barang Perusahaan, Sales Pabrik Baja Dianiaya dan Disekap Bosnya Sendiri

"Karena barang-barang itu enggak bisa dibawa balik ke Bekasi, kemudian saya titipkan di rumah teman untuk dijual kembali. Saya enggak bisa bawa balik semua ke Bekasi dan bos saya tidak mau tahu, setelah saya bikin laporan ya, 'itu urusan lu, gua enggak mau tahu harus dijual', katanya begitu," tutur Rico.

Lantaran dibebankan tugas untuk menjual seluruh barang, akhirnya sedikit demi sedikit barang tersebut dijualnya sendiri ke toko-toko

Pemasukan yang dilaporkannya pun juga menyicil lantaran butuh waktu lama untuk bisa menjual seluruh barang yang ditolak.

"Saya jual kembali, sedikit demi sedikit, uangnya saya setor ke kantor. Nah itu yang dituduhkan ke saya, dilakukan penggelepan, padahal barangnya masih ada dan kemarin pas saya laporan bos saya marah karena masih ada barang yang belum terjual dan belum ada tagihan yang distor ke kantor," katanya.

Baca juga: Dijanjikan Jadi Sales Properti dan Disediakan Mes, 2 Gadis Ini Malah Dipaksa Masuk Dunia Prostitusi

Rico telah mencoba untuk menjelaskan akar permasalahannya, namun sebelum ia bisa membuktikan bahwa barang-barang tersebut masih disimpannya, Rico malah jadi bulan-bulanan DS.

Ia mengaku dipukul sebanyak 10 kali di bagian wajah. Selain disekap selama tiga hari, Rico juga diancam dibunuh menggunakan samurai oleh bosnya.

"Terbukti saya gak lakukan penggelapan, tapi dia sudah telanjur mukulin. Bos saya engak menyangka, dikira barang-barang itu saya gelapkan, ternyata barang ada. Makanya saya lapor polisi," katanya. (abs)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved