Minggu, 19 April 2026

Libur Panjang

RLC Kota Tangsel Terima Lonjakan Pasien Covid-19 Akibat Libur Panjang

Koordinator RLC Kota Tangsel, Suhara Manullang, mengatakan fasilitas pelayanan kesehatan khusus penanganan virus corona ini mendapat lonjakan pasien.

Editor: Valentino Verry
Warta Kota
Koordinator RLC Kota Tangsel, Suhara Manullang saat ditemui di RLC Kota Tangsel, Ciater, Serpong. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Koordinator Rumah Lawan Covid-19 Kota Tangerang Selatan (RLC Kota Tangsel), Suhara Manullang, mengatakan fasilitas pelayanan kesehatan khusus penanganan virus corona itu sempat kembali menerima lonjakan pasien. 

Menurutnya, lonjakan pasien yang dialami pihaknya terjadi pada sepekan terakhir di bulan November 2020 ini. 

"Ya memang lima hari yang lalu itu sudah mulai meningkat diatas 10 orang, tapi mulai kemarin dan hari ini sudah mulai dibawah 10 lagi," kata Suhara saat ditemui di RLC Kota Tangsel, Sabtu (14/11/2020).

Gedung RLC Kota Tangsel yang berada di kawasan Tandon Ciater, Serpong, Kota Tangsel
Gedung RLC Kota Tangsel yang berada di kawasan Tandon Ciater, Serpong, Kota Tangsel (Wartakotalive.com/Rizki Amana)

Suhara menuturkan lonjakan tersebut ditengarai masa libur panjang atau long weekend yang terjadi di akhir bulan Oktober 2020 lalu.  

Menurutnya, saat masa libur panjang itu terjadi interaksi antar individu yang dinilai kurang menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

"Jadi nyatanya ini tidak secara langsung misalnya ada keluarganya liburan, kemudian akhirnya menularkan banyak keluarga yang lain. Bisa saja diantara merekanya memang itu tertular dari liburan panjang atau apa," ucap Suhara. 

Penumpang kereta api yang hendak ke luar kota jelang libur panjang sudah tampak memadati Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir, Selasa (27/10/2020).
Penumpang kereta api yang hendak ke luar kota jelang libur panjang sudah tampak memadati Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir, Selasa (27/10/2020). (Youtube Wartakotalive.com)

"Secara spesifikasi sulit karena kan OTG (orang tanpa gejala) ini siapapun bisa terjadi, tapi setiap ada satu bentuk aktifitas yang memungkinkan terjadi interaksi satu dengan yang lain ya kita harus waspadai, akan terjadi lonjakan-lonjakan kasus," lanjutnya. 

Sementara, sejak dioperasikannya pada 16 April 2020 lalu terdapat ratusan orang yang telah tercatat sempat menjalani masa isolasi dan perawatan medis. 

"Jadi kalau sccara keseluruhan yang sudah dirawat 834 orang, yang sudah pulang ini 755. Kemudian saat ini masih dirawat 59 orang," pungkasnya. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved