Sabtu, 11 April 2026

Berita Jakarta

Perkampungan Kumuh di Sekitar Kali Mampang Akan Dibebaskan, Diusulkan Menjadi Rumah Susun

Lurah Duren Tiga, Mursyid, mengungkapkan, sejumlah penanganan telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan banjir dan genangan di lokasi itu.

Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Normalisasi Kali Mampang, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Banjir yang kerap melanda kawasan perkampungan di Jalan Kemang 9 Jakarta Selatan membuat warga setempat harus mengungsi lantaran rumah terendam di atas satu meter.

Banjir di kawasan tersebut sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu, meliputi RT 01,13,14 di RW 05.

Situasi terparah ketika banjir terjadi, di kawasan RT 01. Rumah warga tergenang di atas satu meter.

Banjir disebabkan oleh meluapkan Kali Mampang ketika intensitas hujan sedang tinggi.

Selain berdampak di Kelurahan Duren Tiga Kecamatan Pancoran, banjir juga berdampak ke kelurahan lain.

Baca juga: Habib Rizieq Pulang, Fahri Hamzah Minta Para Pemimpin Bangsa Bersikap Dewasa dan Hilangkan Dengki

Seperti misalnya di daerah Pasar Kambing dan depan Pasar Warung Buncit, dimana banjir di sana menyebabkan akses jalan terputus dan rumah warga terendam.

Banjir berimbas ke pemukiman di wilayah Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan.

Wilayah Komplek Polri di Pondok Karya di Kelurahan Pela Mampang juga menjadi lokasi langganan banjir apabila sungai Mampang meluap.

Baca juga: Seusai Anies Baswedan Bertemu Habib Rizieq, Muncul Kabar Pengajuan Izin Reuni Akbar 212 di Monas

Lurah Duren Tiga, Mursyid, mengungkapkan, sejumlah penanganan telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan banjir dan genangan di lokasi itu.

Salah satunya dengan melakukan pelebaran Kali Mampang khususnya di wilayah Duren Tiga.

"Di wilayah Duren Tiga, kali dilebarkan dua meter sepanjang 300 meter. Pengerjaan dilakukan sekitar sebulan lalu," ujar Mursyid Rabu (11/11/2011).

Setidaknya ada lima bangunan yang digusur terkait normalisasi itu.

Baca juga: Dipaksa Minum Alkohol, Tiga Bocah Bernasib Malang Ditemukan Terlantar dan Menangis di Tambora

"Tidak ada penggantian karena pemiliknya sadar mereka membangun di lahan bukan punya mereka," ungkapnya.

Selain dilebarkan, Mursyid menambahkan, sedimen yang membuat pendangkalan juga dikeruk.

Mursyid menambahkan, sejak dilakukan normalisasi, ada dampak positif yang dirasakan.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved