Breaking News:

Berita Video

VIDEO Sambil Berunjuk Rasa Omnibus Law, Buruh Kumpulkan Uang untuk Bocah Penggumpalan Darah di Otak

Perwakilan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) DKI Jakarta Muazim mengatakan nantinya dana sumbangan para buruh itu

Warta Kota
Massa buruh orasi tolak UU Cipta Kerja yang dianggap merugikan buruh di depan Gedung DPR RI Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat 

WARTAKOTALIVE.COM, TANAH ABANG - Satu persatu uang pecahan Rp 2000 lusuh dihitung para buruh dari dalam kardus mie instan. Uang itu nantinya akan disumbangkan untuk Ananda Habib Pranata yang menderita penggumpalan darah di otak.

Penggalangan dana itu dilakukan buruh ketika aksi menolak Undang-undang Cipta Kerja No 11 Tahun 2020 di depan pagar Gedung DPR RI, Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Perwakilan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) DKI Jakarta Muazim mengatakan nantinya dana sumbangan para buruh itu akan diberikan kepada bocah 10 tahun asal Bengkulu Ananda Habib Pranata.

Saat ini Ananda Habib tengah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, Jakarta.

Sedari Balita, bocah yang tinggal dengan nenek angkatnya itu sudah menderita penggumpalan darah di otak.

Ananda Habib ditemukan oleh seorang nenek yang hidup sebatang kara di Bengkulu bernama Rahmaini.

Awalnya kondisi Habib sehat hingga pernah terjatuh dari ayunan dan mengalami penggumpalan darah di otak.

Penyakit itu membuat Habib tidak dapat tumbuh seperti anak-anak pada umumnya. Ia juga harus keluar masuk rumah sakit karena penyakitnya itu.

"Bahkan di awal neneknya ini sampai harus jual rumah untuk mengobati cucuknya," jelas Muazim saat rehat aksi unjuk rasa.

Sampai akhirnya organisasi di bawah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jamkeswatch menemukan Habib dan Rahmaini.

Halaman
12
Penulis: Desy Selviany
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved