Berita Nasional
Hadapi Isu Terkini Dunia, Indonesia Konsisten Dialog dan Kolaborasi dalam Diplomasi Internasional
Hadapi Isu Terkini Dunia, Indonesia Konsisten Dialog dan Kolaborasi dalam Diplomasi Internasional. Berikut Paparannya
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 dan perkembangan konstelasi politik internasional terbaru memunculkan berbagai masalah, baik dalam perspektif kawasan maupun global.
Paradigma proteksionisme, deglobalisasi bahkan persaingan antar negara muncul kembali.
Namun demikian, dalam pandangan Indonesia masalah-masalah dunia hanya bisa diselesaikan melalui dialog dan kolaborasi yang makin intensif.
Pandangan tersebut muncul dalam Diskusi Bulanan Balitbang Partai Golkar secara daring yang menghadirkan Sekjen Partai Golkar Lodewyk Paulus yang mewakili Ketua Umum Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.
Selain itu, Anggota Komisi I Dave Laksono, Siswo Pramono, Kabid Kerjasama Internasional Balitbang Golkar Ibrahim Yusuf dan pengamat politik internasional Dinna Prapto Raharja.
Menurut para pembicara dalam konteks Pandemi Covid-19 harus disikapi dengan kolaborasi dalam mitigasi dan penyediaan vaksin.
Indonesia sendiri telah bekerja sama dengan berbagai negara dalam kedua hal tersebut.
Baca juga: Istri Macron Disandingkan Monyet, UAS Tidak Berani Komentar, Khawatir Mobil Esemka Diboikot Perancis
Dalam dunia ekonomi dan perdagangan, seharusnya adanya pandemi juga tidak memunculkan proteksionisme, sebaliknya arus perdagangan harus diperlancar agar mampu menyediakan kebutuhan urgen khususnya di bidang kesehatan dan kebutuhan dasar.
Ada dua topik mengemuka yang dibahas para pembicara, yaitu soal pemilihan presiden AS dan keamanan di Laut China Selatan.
Menanggapi hal tersebut para pembicara sepakat bahwa siapapun presiden AS terpilih, Indonesia akan terus bekerjasama dan mempererat hubungan di semua aspek.
Baca juga: Banyak Kesalahan Dalam UU Cipta Kerja, Puskappi Minta Jokowi Evaluasi Kinerja Mensesneg Pratikno
“Pada intinya kepentingan nasional yang menjadi inti dan didahulukan dalam diplomasi internasional,” jelas Sekjen Partai Golkar Lodewyk Paulus dalam siaran tertulis pada Kamis (5/11/2020).
"Jadi kita bekerja sama dengan siapa saja untuk mewujudkan kepentingan nasional dan menciptakan perdamaian dunia. Itu sikap kita sesuai dengan prinsip bebas aktif yang kita anut," tambahnya.
Sedangkan dalam keamanan Laut China Selatan, sudah jelas bahwa Indonesia sebagai negara terbesar dan pemimpin Masyarakat ASEAN di bidang keamanan dan politik menekankan kepatuhan terhadap kerangka internasional.
Salah satu kerangka yang harus dipatuhi oleh semua negara adalah Deklarasi UNCLOS yang mengatur batas wilayah laut sebuah negara.
Dengan demikian setiap klaim negara-negara yang terlibat harus ditinjau dalam perspektif UNCLOS tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ketua-balitbang-dpp-partai-golkar-jerry-sambuaga.jpg)