Virus Corona Banten

Pandemi Virus Corona Ubah Fokus Pembangunan Pemprov Banten

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, mengatakan pandemi Covid-19, mendorong perubahan rencana program pembangunan di Provinsi Banten.

Editor: Valentino Verry
istimewa
Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy di SMA Negeri 2 Tangerang Selatan, Kecamatan Setu, Selasa (18/6/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, mengatakan pandemi Covid-19, mendorong perubahan rencana program pembangunan di Provinsi Banten.

Akibat wabah tersebut, rencana pembangunan harus dialihkan untuk penanganan penyebaran Covid-19 melalui beberapa kali refocusing anggaran.

Hal itu diungkapkannya dalam Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Gubernur Rancangan Peraturan Daerah tentang Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Gedung DPRD Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Rabu (4/11/2020).

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasamita dan Wagub Banten dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasamita dan Wagub Banten dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Banten, Nawa Said Dimyati, dihadiri pula oleh Sekda Provinsi Banten, Al Muktabar, para Kepala Dinas, serta para tamu undangan.

“Sebagaimana diketahui bersama, sejak tanggal 31 Maret 2020, Bapak Presiden Joko Widodo menetapkan kedaruratan kesehatan masyarakat corona virus disease 2019 atau Covid-19,” ungkap Andika.

Masih menurut Andika, pada awalnya penyebaran Covid-19 di wilayah Provinsi Banten terjadi di wilayah Tangerang Raya, yaitu Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, serta Kota Tangerang Selatan. 

Namun saat ini, penyebaran Covid-19 sudah merata ke seluruh Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Banten.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi Wakil Gubernur Banten H. Andika Hazrumy (ketiga dari kanan) menyimak penjelasan Senior VP & President Reinforcment Materials Cabot Corporation (kiri), dan Managing Director Cabot Asia Pacific Sounth dan President Cabot Indonesia Dixy Olyviardy (kedua dari kiri) saat melihat maket pabrik dalam kegiatan Ground Breaking Cilegon Plant Expansion di Cilegon, Banten, Kamis (21/11/2019). Cabot Indonesia menambah kapasitas produksi tahunan Karbon Hitam hingga 80 ribu metrik ton dengan membangun pabrik baru yang akan beroperasi penuh tahun 2021.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi Wakil Gubernur Banten H. Andika Hazrumy (ketiga dari kanan) menyimak penjelasan Senior VP & President Reinforcment Materials Cabot Corporation (kiri), dan Managing Director Cabot Asia Pacific Sounth dan President Cabot Indonesia Dixy Olyviardy (kedua dari kiri) saat melihat maket pabrik dalam kegiatan Ground Breaking Cilegon Plant Expansion di Cilegon, Banten, Kamis (21/11/2019). Cabot Indonesia menambah kapasitas produksi tahunan Karbon Hitam hingga 80 ribu metrik ton dengan membangun pabrik baru yang akan beroperasi penuh tahun 2021. (Warta Kota/Alex Suban)

Di mana wilayah utara masuk zona merah, sedangkan wilayah selatan adalah zona oranye. 

“Syukur Alhamdulillah, saat ini, berdasarkan data satuan tugas, per 2 November 2020, seluruh Kabupaten/Kota menjadi zona orange,” ujarnya.

Dijelaskan Andika, dalam tujuh bulan terakhir ini semua pihak beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Di mana setiap aktivitas dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan. 

Di antaranya rapat-rapat sudah menggunakan media vicon telekonferensi dan pembelajaran juga menerapkan sistem daring online. 

Pemprov juga telah secara simultan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk pencegahan dan penanganan Covid-19.

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mengulas mengenai potensi energi yang ada di wilayahnya ini. Ia juga mendorong para mahasiswa berkontribusi dalam ketahanan energi.
Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mengulas mengenai potensi energi yang ada di wilayahnya ini. Ia juga mendorong para mahasiswa berkontribusi dalam ketahanan energi. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

"Meski begitu, laju penyebaran Covid-19 di wilayah Provinsi Banten belum signifikan menurun, bahkan semakin meluas," ujarnya.

"Diduga, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari belum efektifnya penegakan protokol kesehatan, hingga belum optimalnya pelaksanaan pengetatan protokol kesehatan di perkantoran, dunia usaha (industri), dan pariwisata," ucap Andika.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved