Breaking News:

Pilkada Tangsel

Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan Maju Pilkada Tangsel Tanpa Modal

Berbeda dengan pasangan calon lain yang ikut Pilkada Tangsel dengan modal sendiri, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan justru murni dari sumbangan.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rizki Amana
Komisioner KPU Kota Tangsel Divisi Hukum dan Pengawasan, M Taufiq MZ. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Berbeda dengan pasangan calon lain yang ikut Pilkada Tangsel dengan modal sendiri, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan justru murni dari sumbangan masyarakat.

KPU Kota Tangsel merilis Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) untuk Pilkada 2020 serentak. 

Dalam surat pengumuman bernomor 131/PL.02.5-Pu/02/K1/KPU-Kot/3674/XI/2020, tercatat ketiga pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel masing-masing telah melaporkan penerimaan sumbangan dana kampanye itu. 

Pasangan calon (paslon) Kandidat Pilkada Tangsel, Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan memamerkan nomor urut 3 miliknya.
Pasangan calon (paslon) Kandidat Pilkada Tangsel, Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan memamerkan nomor urut 3 miliknya. (Warta Kota)

Pada paslon nomor urut 1, Muhamad-Rahayu Saraswati tercatat memiliki dana kampanye sebesar Rp 1.366.500.000.

Dana tersebut dihasilkan dari dua sumber berbeda yakni sumber dana pribadi paslon sebesar Rp 350.000.000, dan sumbangan dana kampanye perseorangan sebesar Rp 1.016.500.000.

Pada paslon nomor urut 2, Situ Nur Azizah-Ruhamaben tercatat memiliki dana sumbangan kampanye sebesar Rp 1.300.000.000, yang berasal dari dana pribadi. 

Pasangan Muhamad-Rahayu Saraswati paslon di Pilkada Tangsel 2020
Pasangan Muhamad-Rahayu Saraswati paslon di Pilkada Tangsel 2020 (Wartakotalive/Nur Ichsan)

Sementara pada paslon nomor urut 3, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan memiliki dana kampanye sebesar Rp 1.050.000.000. Dana tersebut dihasilkan paslon Ben-Pilar dari sumbangan perseorangan. 

Komisioner KPU Kota Tangsel Divisi Hukum dan Pengawasan, M Taufiq MZ, mengatakan masing-masing calon telah mencatat secara detail individu dari penyumbang dana tersebut. 

Menurutnya, untuk sumbangan perseorangan memiliki kriteria batasan dana yang disumbangkan kepada masing-asing paslon. 

"Untuk sumbangan perseorangan maksimal Rp 75 juta, adapun lembaga yang berbadan hukum selain BUMD dan BUMN maksimal Rp 750 juta, dengan pemenuhan administrasi berupa identitas penyumbang, bukti setoran dan lainnya," ucapnya.

Siti Nur Azizah saat mendaftar calon Wali Kota Tangsel via PSI. Ia mantap ikut Pilkada Tangsel 2020
Siti Nur Azizah saat mendaftar calon Wali Kota Tangsel via PSI. Ia mantap ikut Pilkada Tangsel 2020 (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Seperti diketahui KPU Tangsel merilis Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) untuk Pilkada Serentak 2020.

Ketua KPU Tangsel, Bambang Dwitoro, menjelaskan ada tiga jenis pemberi sumbangan dana kampanye, yakni sumbangan perseorangan, sumbangan kelompok atau perusahaan dan sumbangan pribadi calon.

Bambang mengatakan, setiap kegiatan kampanye harus menggunakan uang yang dilaporkan dalam LPSDK itu.

Ketua KPU Kota Tangsel, Bambang Dwitoro saat ditemui di Kantor KPU Kota Tangsel pada Senin (3/8/2020)
Ketua KPU Kota Tangsel, Bambang Dwitoro saat ditemui di Kantor KPU Kota Tangsel pada Senin (3/8/2020) (Warta Kota)

"Kan nanti tahap ketiga ada yang namanya laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye," ujarnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved