Ego Pemain Bulu Tangkis Dibutuhkan Tapi Harus Diolah Jadi Energi Menuju Juara
Ego besar pemain bulu tangkis tak melulu negatif, setidaknya dapat diolah menjadi energi menuju juara karena dirinya tak mau kalah dalam hal apa pun.
Penulis: RafzanjaniSimanjorang |
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ego besar pemain bulu tangkis tak melulu negatif, setidaknya dapat diolah menjadi energi menuju juara karena dirinya tak mau kalah dalam hal apa pun.
Egoisme dalam arti positif kadang kala diperlukan oleh pemain, setidaknya dirinya tak mau kalah dalam hal apa pun.
Dalam dunia bulu tangkis, keegoisan juga ada.
Baca juga: Pelatih Gideon Academy Kurniahu Gideon Menilai Keegoisan Pemain Terkadang Dibutuhkan
Misalnya, seorang pebulu tangkis hanya ingin bermain di kategori tunggal dan tak ingin masuk ke ganda.
Kurniahu Gideon, mantan atlet nasional yang kini menjadi pelatih di Gideon Academy pun angkat bicara.
Menurutnya, pemain egois tetap memiliki kans untuk sukses. Namun bukanlah hal mudah.
"Seorang pemain yang egois akan sulit sukses jika dalam keadaan terpukul (kalah). Egoisnya memang bagus, dirinya tak mau kalah, tapi bahaya jika dia mengalami kekalahan. Itu akan menyerang psikisnya," ucap Kurniahu kepada Warta Kota belum lama ini di Gideon Academy.
Baca juga: VIDEO Begini Cara Kurniahu Gideon Membina Atlet Bulu Tangkis, Perlu Dukungan Orangtua
Lanjutnya, dibutuhkan motivator atau psikologi guna membantu si pemain untuk tetap menjaga performanya.
Motivator dan psikologi lah yang membimbing dan mengarahkan, guna menjaga performa pemain tersebut.
Jika keduanya dimiliki oleh pemain, maka kans untuk meraih kesuksesan pun dianggap cukup besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kurniahu-gideon-saat-ditemui-di-gideon-badminton-hall.jpg)