Breaking News:

VIDEO Begini Cara Kurniahu Gideon Membina Atlet Bulu Tangkis, Perlu Dukungan Orangtua

Kurniahu Gideon, seorang pelatih bulu tangkis dan juga ayah dari Marcus Fernaldi Gideon pun menjelaskan banyak tahap yang mesti dilalui.

Wartakotalive.com/Rafzanjani Simanjorang
Kurniahu Gideon, ayah dari Marcus Fernaldi Gideon yang kini melatih di Gideon Academy 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM Rafsanzani Simanjorang

WARTAKOTALIVE.COM, CIBUBUR - Menjadi atlet bulu tangkis bukanlah perkara mudah.

Banyak proses yang mesti dilewati oleh seseorang yang memimpikan dirinya menjadi atlet bulu tangkis.

Kurniahu Gideon, seorang pelatih bulu tangkis dan juga ayah dari Marcus Fernaldi Gideon pun menjelaskan banyak tahap yang mesti dilalui.

"Pertama harus dilihat dulu, apakah dia baru belajar bulu tangkis atau bagaimana. Biasanya baru belajar memukul itu usia tujuh tahun, dan belajarnya hingga usia delapan atau sembilan tahun," ucap mantan peringkat tujuh dunia tunggal putra era 1981-an ini saat ditemui Warta Kota di Gideon Badminton Hall, Cibubur, Selasa (27/10/2020).

Lanjutnya, pada usia 10 tahun, anak tersebut sudah dapat mengikuti kejuaraan anak-anak atau kejuaraan usia dini.

Dalam usia 10 tahun dan ikut turnamen usia dini, biasanya pelatih telah dapat melihat talenta sang anak.

"Biasanya kelihatan bakatnya diusia itu, dan sudah bisa dibina. Tergantung orang tuanya lagi, mau mendukung atau tidak," tambahnya.

Baca juga: VIDEO Kurniahu Gideon Harap Siapapun Ketua PBSI yang Terpilih, Harus Bisa Bawa PBSI Maju

Namun, penting dipahami dukungan orang tua artinya adalah memberikan kepercayaan kepada pelatih dalam membina anaknya, tanpa harus membebani pelatih.

Kurniahu menuturkan, pelatih saat membina, tak ada yang bisa menjamin 100 persen anak tersebut akan menjadi pebulu tangkis layaknya atlet yang sudah terkenal.

Baca juga: Broto Happy: Keselamatan dan Kesehatan Atlet Lebih Penting Dibanding Turnamen Bulu Tangkis

"Banyak orang tua yang menanyakan itu. 'Anak saya bisa jadi tidak, bisa seperti atlet dunia tidak? Biasanya pelatih ditanya seperti itu,' jelasnya.

Ia pun menjelaskan, yang tahu masa depan seseorang hanyalah Tuhan. Namun, saat melakukan pembinaan, sebagai pelatih, pihaknya tetap maksimal dalam mengarahkan sang anak.

Baca juga: Jelang Penggantian Ketua Umum PBSI, Dua Sosok Ini Dapat Dukungan dari Legenda Bulu Tangkis

"Kami hanya bisa membuat anak tersebut lebih baik. Tapi untuk menjamin apakah dia akan menjadi pemain dunia, tentu tak bisa kami jamin," sambungnya.

Namun, sebagai pelatih dan pengalaman sebagai pemain era 80-an silam, Kurniahu yakin usaha dan doa yang dilakukan seorang anak yang ingin menjadi atlet, tidak akan menghianati hasil. (m21)

Penulis: Rafzanjani Simanjorang
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved