Selasa, 12 Mei 2026

Blak-blakan, PROJO Minta Erick Thohir Perbanyak Komisaris dan Direksi dari Pendukung Jokowi

Handoko melihat jumlah komisaris dan direksi dari relawan sangat sedikit hingga satu tahun Pemerintahan Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin.

Tayang:
Editor: Mohamad Yusuf
TRIBUNNEWS/REZA DENI
Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi saat pembukaan Kongres II Projo di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Jabatan Komisaris pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nampaknya banyak diminati para kalangan.

Salah satunya dari Ormas PROJO.

Di mana ormas PROJO menanggapi perdebatan penunjukan jabatan komisaris BUMN untuk pendukung Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Iis Dahlia Ungkap Putrinya, Salshadilla Berubah Drastis Sejak Putus dengan Lutfi Agizal, ini Katanya

Baca juga: Sophia Latjuba Mengaku Dirinya Bucin, Bahkan Rela Melakukan Hal ini Demi Cintanya

Baca juga: Kini Giliran Karni Ilyas Sindir Menkes Terawan, Menteri Kesehatannya tidak Pernah Ngomong

Sekretaris Jenderal PROJO Handoko mengingatkan Menteri BUMN Erick Thohir bahwa pendukung Jokowi memiliki kompetensi yang memadai untuk mengisi posisi-posisi komisaris ataupun direksi di BUMN.

Handoko melihat jumlah komisaris dan direksi dari relawan sangat sedikit hingga satu tahun Pemerintahan Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Pak Erick sepertinya menganggap para pendukung dari relawan tidak kompeten, tidak layak, dan bakal menyusahkan BUMN," kata Handoko pada Jumat (30/10/2020).

Menteri Erick Thohir diminta berkonsultasi dengan Presiden Jokowi tentang kompetensi para pendukung.

Sejak 2012 para relawan berhubungan dengan Jokowi.

"Presiden Jokowi akan menunjukkan kompetensi itu. Mungkin Pak Erick belum mengetahuinya," ujar Handoko.

Handoko menilai jumlah komisaris dan direksi dari kalangan relawan non partai harusnya diperbanyak.

Dia menjelaskan bahwa para relawan profesional memiliki chemistry yang sangat kuat untuk mengawal visi dan misi Presiden Jokowi.

Maka besarnya keinginan masyarakat agar BUMN dikelola dengan sehat akan lebih mudah dicapai.

Lima Pendukung Jokowi jadi Komisaris

Dilansir dari Tribunnews, beberapa kedudukan jabatan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan orang-orang yang pernah menjadi Tim Sukses Joko Widodo (Jokowi) baik saat Pemilu 2019 lalu atau sebelumnya.

Terbaru, Dyah Kartika Rini dipilih sebagai Komisaris Independen PT Jasa Raharja (Persero).

Ada pula Ulin Yusron yang ditunjuk sebagai komisaris independen di PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Seperti dikutip dari Kompas.com, Alamsyah Saragih, anggota Ombudsman RI, menyatakan bahwa misi BUMN dalam pelayanan publik berubah menjadi politik balas budi.

“Yang tadinya argumen politik misi, mengawal misi pelayanan publik di BUMN, berubah menjadi politik balas budi dan ini mencemaskan menurut Ombudsman. Motif ini bisa berkembang ke mana-mana nanti sebelum menjadi kanker, kami berharap agar dilakukan limitasi,” kata Alamsyah Saragih beberapa waktu lalu.

Dia mencatat setidaknya ada 397 orang yang duduk di kursi komisaris BUMN terindikasi rangkap jabatan.

Selain itu, terdapat temuan 167 orang yang juga terindikasi hal yang sama duduk di kursi anak usaha.

Temuan tersebut berdasarkan kajian yang dilakukan Ombudsman pada 2019.

Lantas, berikut relawan Presiden Jokowi yang kini menjadi mendapat jabatan di BUMN, dihimpun Tribunnews.com dari berbagai sumber:

1. Eko Sulistyo, Komisaris PT PLN

Eko Sulistyo sudah tak asing terdengar.

Ia dikenal menjadi bagian dari tim relawan Pilpres pemenangan Presiden Jokowi.

Bahkan, sosok yang sebelumnya menjabat Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Solo 2003-2008 ini sudah lama membantu Jokowi dalam banyak Pemilu.

Satu di antaranya sejak Jokowi ikut serta dalam kontestasi Pilkada Solo sebagai wali kota.

Dilansir dari Kompas.com, kini dirinya ditunjuk oleh Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Komisaris PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Baca juga: Sudah Direstui untuk Menikah, Pria ini Malah Perkosa Tunangannya di Rumah Kosong

Baca juga: Benarkah Purwaceng Bisa Atasi Disfungsi Ereksi? Begini Penjelasan Dokter

2. Andi Gani Nena Wea, Komisaris PT PP

Andi Gani Nena Wea ditunjuk kembali sebagai Presiden Komisaris PT Pembangunan Perumahan (Persero), oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.

Andi Gani yang merupakan seorang aktivis buruh, memang dikenal sebagai relawan Jokowi.

Dilansir dari TribunKaltim.com, saat Pilpres 2019 lalu, Andi Gani terjun dalam menggalang massa buruh pada sejumlah acara kampanye.

Dirinya sekaligus menjadi Ketua Umum Relawan Buruh Sahabat Jokowi.

Sebelum kembali menjabat sebagai Presiden Komisaris PT PP, dirinya dikenal juga menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

3. Ulin Yusron, Komisaris PT ITDC

Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Ulin Ni’am Yusron sebagai komisaris independen di PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Dilansir dari Kompas.com, Ulin dikenal sebagai relawan Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Sebelumnya, Ulin dikenal sebagai wartawan di Kontan hingga 2008.

Setelah itu, ia mendirikan situs Beritasatu.com hingga 2013.

Sepak terjangnya sebagai jurnalis serta pegiat sosial media membawanya untuk ditunjuk sebagai salah satu tim media sosial kampanye Jokowi-Ma’ruf.

4. Lukman Edy, Komisaris Utama Hutama Karya

Lukman menjabat sebagai Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019 lalu

Politisi senior PKB ini ditunjuk sebagai Wakil Komisaris Utama PT Hutama Karya (Persero) sejak Juni 2020.

Di PKB sendiri, Lukman pernah menjabat sebagai mantan Sekretaris Jenderal partai tersebut.

Selain itu, ia juga pernah menjadi anggota DPR untuk dua periode.

Adapun jabatan eksekutif yang pernah ia pegang yaitu sebagai Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Tahun 2006-2009.

5. Dyah Kartika Rini atau Dee Kartika, Komisaris Independen PT Jasa Raharja

Menteri BUMN Erick Thohir mengangkat Dyah Kartika Rini sebagai Komisaris Independen PT Jasa Raharja (Persero).

Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, wanita yang karib disapa Dee Kartika tersebut menjadi salah satu relawan pemenangan Jokowi sejak Pilgub DKI Jakarta.

Dyah Kartika Rini berkontribusi untuk pemenangan Jokowi sejak Pilgub DKI Jakarta 2012. 

Saat itu, ia membantu Jokowi-Ahok melalui organisasi relawan Jokowi Ahok Social Media Volunteer (Jasmev) yang ia dirikan.

Jasmev melakukan dukungan melalui kampanye di udara atau media sosial.

Untuk keperluan pemenangan itu, Jasmev mendirikan war room di kawasan Jakarta Pusat.

Dyah Kartika Rini juga tercatat sebagai pendiri Spindoctor Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konsultan politik.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati/Daryono) (Kompas.com/Muhammad Idris/Fitria Chusna Faris)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 5 Relawan Jokowi yang Kini Jabat Komisaris BUMN, hingga Ombudsman Singgung Soal 'Politik Balas Budi' 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved