Selasa, 12 Mei 2026

Berita Internasional

SIMAK Pernyataan Kontroversi Presiden Prancis Macron Tentang Islam dan Kartun Nabi Muhammad

Sejumlah pernyataan kontroversi Presiden Prancis Emmanuel Macron kini jadi perbincangan publik.

Tayang:
Editor: PanjiBaskhara
Reuters/Aljazeera.com
Presiden Perancis Emmanuel Macron 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sejumlah pernyataan kontroversi Presiden Prancis Emmanuel Macron kini jadi perbincangan publik.

Dinilai pernyataan Emmanuel Macron menghina agama Islam, dan menyudutkan ummat Islam.

Lalu, seperti apa pernyataan kontroversial Emmanuel Macron tersebut hingga membuat penduduk penganut agama Islam murka?

Sebelumnya, Macron mengatakan tak akan melarang pencetakan karikatur Nabi Muhammad SAW, yang sempat menimbulkan kontroversi, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: MAHATHIR Mohamad Sebut Wajar Warga Perancis Hina Nabi Muhammad SAW Dibunuh, Ini Kumpulan Cuitannya

Baca juga: Ini 8 Fakta Presiden Prancis Emmanuel Macro yang Dinilai Menghina Agama Islam dan Nabi Muhammad SAW

Baca juga: Presiden Prancis Dinilai Hina Islam dan Nabi Muhammad SAW, Berikut Fakta-fakta Sosok Emmanuel Macron

Menurut Macron hal itu merupakan bagian dari kebebasan dalam berekspresi di Perancis.

Tak ayal pernyataan itu menimbulkan kemarahan di dunia Islam dan juga banyak warga Arab.

Pasalnya, gambar Nabi Muhammad merupakan sesuatu yang dilarang kreas di Agama Islam.

Selain itu, Macron juga menyebut Islam sebagai teroris, setelah adanya pemenggalan seorang guru sejarah di Paris.

Guru bernama Samuel Paty itu dipenggal beberapa hari setelah mendiskusikan dan memperlihatkan gambar yang disebutnya sebagai Nabi Muhammad.

Sang presiden berkata guru itu, Samuel Paty, "dibunuh karena para Islamis menginginkan masa depan kami", tetapi Prancis "tidak akan menyerahkan kartun kami".

Penggambaran Nabi Muhammad dapat sangat menyinggung bagi umat Islam karena tradisi Islam secara eksplisit melarang gambar Muhammad dan Allah.

Namun sekularisme negara - atau laïcité - adalah pusat identitas nasional Prancis.

Baca juga: 5 KELAINAN Kehidupan Pribadi Presiden Emmanuel Macron, Peristri Nenek-nenek hingga Selingkuhi Guru

Membatasi kebebasan berekspresi untuk melindungi perasaan satu komunitas tertentu, menurut negara, merusak persatuan.

Pada hari Minggu, Macron menegaskan kembali pembelaannya terhadap nilai-nilai Prancis dalam sebuah twit yang berbunyi: "Kami tidak akan menyerah, selamanya."

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved