Rabu, 6 Mei 2026

Kasus Narkoba

Oknum Polisi Jadi Pengedar Narkoba? Bikin Miris, Kata Pakar Psikologi Forensik

Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menangkap Kompol IZ yang nyambi jadi kurir sabu dan pelaku lainnya HW (51).

Tayang:
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Tribunnews.com
Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak LPAI, Reza Indragiri Amriel 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menangkap Kompol IZ yang nyambi jadi kurir sabu dan pelaku lainnya HW (51).

Setelah diselidiki, Kompol IZ dan HW diketahui terlibat jaringan narkoba internasional.

Menilai hal itu Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel mengatakan perlu dipastikan apakah Kompol IZ seorang pengguna atau pengedar bahkan bandar?

"Kalau dua yang terakhir, tampaknya motifnya adalah semata-mata adalah ekonomi..

"Kerakusan, keinginan memperkaya diri sendiri lewat cara jahat," kata Reza kepada Warta Kota, Senin (26/10/2020).

"Tapi kalau penyalahgunaan, walau tetap tidak bisa dibenarkan dan pelakunya harus dihukum, ada sisi psikologis yang sudah banyak diungkap lewat studi.

"Yakni, bekerja sebagai polisi sama artinya dengan menggeluti bidang yang amat berat," tambah Reza.

Apalagi di bagian reskrim, karena kata Reza, bebannya cukup banyak yakni tuntutan organisasi, beban kasus, tekanan masyarakat, intervensi politik, kejahatan yang semakin kompleks, sampai masalah pribadi.

"Tapi stamina terbatas. Kesehatan jiwa juga rentan terganggu.

"Padahal, tugas-tugas harus dituntaskan dalam waktu yang juga terbatas," ujar Reza.

"Nah, apa barang yang bisa mendongkrak stamina dalam tempo cepat dan memperbaiki suasana hati? Narkoba," katanya.

Jadi menurut Reza, ironis memang, karena polisi bisa saja melarikan diri ke narkoba justru agar bisa menyelesaikan tugas dan menyesuaikan diri dengan segala kompleksitas tadi.

"Pada sisi itu muncul keinsafan tentang pentingnya penataan tugas dan perhatian terhadap kesehatan personel.

"Ini, jelas, tidak bisa dipenuhi oleh personel sendiri. Harus ada peran organisasi secara keseluruhan," katanya.

Lantas, mana yang lebih banyak, polisi pakai narkoba atau polisi jual narkoba?

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved