Selasa, 21 April 2026

Kabar Tangerang

Warga Binaan Rutan Jambe Sudah Bisa Tatap Muka dengan Keluarga

Dianggap angka penyebaran virus corona sudah mengendur, Rutan Kelas I Tangerang di Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, menormalkan jam besuk.

Penulis: Valentino Verry | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rangga Baskoro
Program pelatihan rehabilitasi yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Dianggap angka penyebaran virus corona sudah mengendur, Rutan Kelas I Tangerang di Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, menormalkan jam besuk.

Tadinya, Rutan Kelas I Tangerang itu menutup jam besuk karena khawatir penularan virus corona.

Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pencegahan dan peredaran narkoba di Lapas dan Rutan.
Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pencegahan dan peredaran narkoba di Lapas dan Rutan. (Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta)

Maka, warga binaan bisa berhubungan dengan keluarga secara online. Namun, kini jam besuk dibuka kembali.

Kunjungan secara tatap muka tersebut telah dibuka sejak Rabu (21/10/2020).

Meski telah dibuka, setiap keluarga atau rekan yang akan berkunjung tetap tidak diperkenankan berinteraksi secara langsung dengan warga binaan.

"Betul layanan kunjungan sudah kita buka kembali. Sebelumnya kan online, tapi sekarang keluarga atau rekan dari warga binaa bisa menemui mereka lagi," ucap Kepala Rutan Kelas 1 Tangerang, Fonika Affandi, Kamis (22/10/2020).

Acara Prison Art Show (PAS) di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (4/9/2020)
Acara Prison Art Show (PAS) di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (4/9/2020) (Warta Kota/Rangga Baskoro)

Antisipasi penyebaran Covid-19, pihaknya pun telah menyiapkan satu ruangan khusus untuk menjenguk.

Nantinya, di ruangan tersebut setiap keluarga akan dibawa dibilik khusus untuk bertemu dengan warga binaan.

"Kami siapkan bilik khusus transparan, modelnya seperti bilik telepon umum. Di sana kita pasang telepon sebagai sarana interaksi, lalu kita juga pasang sekat," jelas Fonika.

Hingga saat ini, baru terpasang tiga buah bilik yang digunakan secara bergantian apa bila ada antrean.

Selama wabah virus corona keluarga dilarang mengunjungi napi di Lapas
Selama wabah virus corona keluarga dilarang mengunjungi napi di Lapas (Tribunnews/Fitri Wulandari)

"Kalau sudah selesai tentu akan kita strerilisasi menggunakan cairan disinfektan dan bilik ini pun nantinya akan ditambah," sambungnya.

Hal itu dilakukan pihaknya untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Tidak hanya itu, setiap orang yang melakukan kunjungan pun wajib menerapkan protokol kesehatan.

"Setiap yang datang juga harus menggunakan masker. Lalu, harus melewati pemeriksaan Covid-19 dan barang bawaan yang kami terapkan. Untuk waktu dan banyaknya kunjungan, kembali ke jadwal normal," pungkas Fonika.


Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved