VIDEO Imbas Pandemi Covid-19 Pembangunan Proyek LRT Jabodebek Molor Setahun, Target Rampung 2022
Aktivitas proyek pembangunan infrastruktur LRT Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) rute Dukuh Atas-Cawang tampak di Jalan HR Rasuna Said.
Penulis: Jeprima | Editor: Murtopo
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pembangunan LRT Jabodebek kembali dikebut.
Rencananya, pembangunan proyek kereta ringan ini ditarget selesai pada tahun 2022, mundur setahun dari target awal imbas pandemi Covid-19.
Aktivitas pekerja di proyek pembangunan infrastruktur kereta ringan (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) rute Dukuh Atas-Cawang tampak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2020).
Terpantau para pekerja lebih banyak melakukan pengerjaan di areal stasiun.
Beberapa terlihat sedang melakukan pengelasan untuk membuat atap stasiun, sementara sisanya mengerjakan pekerjaan lain.
Baca juga: Luar Biasa Angka Penyebaran Virus Corona Anjlok 300 Persen di Kabupaten Tangerang
Baca juga: VIDEO Jakarta Rawan Jambret, Polisi Pasang Spanduk Imbawan Agar Pesepeda dan Pejakan Kaki Waspada
Pembangunan Depo LRT ditolak warga
Sementara itu warga Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi menolak rencana pembongkaran Dua Jembatan atau Over Pass KM 13+800 di atas tol Jakarta Cikampek oleh PT Adhi Karya.
Rencananya pembongkaran itu dilalukan karena hendak dilakukan pembangunan Depo LRT (Light Rail Transit).
Terdapat tulisan penolakan warga terkait pembongkaran dua jembatan yang cukup dilalui satu mobil.
Perwakilan warga, Machfudin Latif, menuturkan dua jembatan itu merupakan akses jalan utama warga Jatimulya ke Jalan Kalimalang.
Baca juga: Diduga Jadi Korban Begal Saat Gowes Sepeda, Anjasmara Lakukan Pemeriksaan CT Scan, Ini Hasilnya
Jika itu ditutup dan dibongkar, akses warga menuju Kalimalang harus berputar jauh.
"Apalagi kalau wilayah kami banjir ini jadi akes utama buat keluar dari titik banjir. Kalau itu dibongkar gimana jadinya," ujarnya, pada Kamis (10/9/2020).
Ia mengungkapkan penolakan pembongkaran itu telah disampaikan dalam rapat bersama tokoh masyarakat, pemerintah setempat, di Aula Kantor Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan beberapa waktu.
"Itu juga kami kesal ya, perwakilan dari proyek LRT itu tidak hadir. Itu kan tidak menghormati, biar bisa kita saling cari soluasinya," beber dia.
Ia kembali menegaskan dua jembatan itu merupakan akses penting dan fundamental, mengingat akses jalan utama yang lain kerap kali diterjang banjir dengan cukup tinggi.
• Kejari Karawang Bakal Tetapkan Seorang Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Pendidikan
• VIDEO: Ada Pocong dan Keranda Mayat di Simpang SGC Cikarang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/lrt-jakarta-beroperasi-komersial-3.jpg)