Kesehatan
Wabah Penyakit Norovirus Pernah Terjadi di Indonesia dengan Gejala Muntah dan Diare
Belum reda Covid-19 sekarang ada lagi wabah norovirus yang menyerang warga China. Apa gejalanya?
WARTAKOTALIVE.COM - Belum reda Covid-19 sekarang ada lagi wabah norovirus yang menyerang warga China.
Apa itu penyakit norovirus? Dan apa saja gejalanya?
Seperti diberitakan Kompas.com, Senin (12/10/2020), lebih dari 70 orang mahasiswa di sebuah universitas di Taiyuan, Provinsi Shanxi, China utara mengalami diare dan muntah-muntah.
Berdasarkan hasil analisis sampel pada 28 kasus mahasiswa itu, Departemen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Taiyuan menemukan 11 kasus positif norovirus.
Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia 20 Oktober 2020: Positif 368.842, Sembuh 293.653, Wafat 12.734
Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), norovirus adalah virus yang sangat menular.
Orang yang terinfeksi virus ini akan mengalami muntah dan diare, serta menyerang segala usia.
Orang dengan penyakit norovirus dapat melepas miliaran partikel virus, namun hanya beberapa partikel yang dapat membuat orang lain sakit.
Baca juga: Gubernur Banten Wahidin Halim Berjuang Keras Dapatkan Vaksin Covid-19 bagi Warga Tangerang Raya
Menurut otoritas Kesehatan Tiongkok, norovirus ini menyebabkan kejadian luar biasa (KLB).
Berikut 6 fakta yang harus Anda ketahui terkait penyakit yang disebabkan oleh norovirus ini:
1. Pernah terjadi di Indonesia
Menanggapi kasus wabah norovirus ini, guru besar pada Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Cipto Mangunkusumo, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD(K) MMB FINASIM FACP angkat bicara.
Ari mengatakan, sebenarnya norovirus ini bukanlah virus yang baru dan bisa ditemukan di banyak negara.
Norovirus menjadi salah satu penyebab utama terjadinya infeksi usus akut (gastroenteritis) di seluruh dunia.
Virus ini juga ada di Indonesia, seperti yang dilaporkan oleh peneliti Indonesia di jurnal internasional, salah satunya yang baru saja dipublikasikan di Jurnal of Medical Virology bulan Mei 2020.
Penelitian itu dilaporkan oleh Dr Juniastuti, dkk dari Institure of Tropical Disease Universitas Airlangga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20161029-diare-sakit-perut_20161029_073430.jpg)