Breaking News:

Pemkab Bekasi Dinilai Minim Perhatikan Terhadap Santri dan Pondok Pesantren

Pasalnya, ditengah pandemi Covid-19, para santri maupun secara umum Pondok Pesantren sangat terdampak.

Rizwan TABASSUM / AFP
(Ilustrasi) Para santri yang mengenakan masker sebagai tindakan pencegahan terhadap penyebaran Virus Corona atau Covid-19, menghadiri ujian akhir mereka di sekolah Islam Jamia Binoria Islam di Karachi, Pakistan, 13 Juli 2020. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dinilai minim perhatiannya terhadap santri dan Pondok Pesantren yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi.

Pasalnya, ditengah pandemi Covid-19, para santri maupun secara umum Pondok Pesantren sangat terdampak.

Sekretaris GP Ansor Kabupaten Bekasi Himawan Abror menerangkan Kabupaten Bekasii dikenal sebagai wilayah agamis.

Baca juga: Video, Sebut Dirinya Orang Kaya Nongkrongnya di Mal, Wanita ini Disindir Telak Crazy Rich Surabaya

Baca juga: Suami Celurit Pria yang Pergoki Telanjang dengan Istri di Kamar, Ternyata Mantan PSK

Baca juga: Polisi Sebut Cai Changpan Napi yang Kabur dari Lapas Tangerang Bunuh Diri, Fadli Zon: Ajaib

Akan tetapi kebijakan dan perhatiannya masih sangat minim terhadap para santri, kiai dan pondok pesantrennya.

"Sekarang lagi pandemi ini, santri harus tetap belajar tapi tidak didukung sarana dan prasarana agar sesuai protokol covid-19. Walaupun belajar di rumah tetap kan butuh itu," kata Himawan, kepada Wartakotalive.com, pada Selasa (20/10/2020).

Pemkab Bekasi diminta gencar melakukan pengecekan atau tes usap Covid-19 kepada para santri dan pengajar di Pondok Pesantren.

Selain itu, pendistribusian tempat cuci tangan dan masker tidak dilakukan secara menyuluruh.

"Mungkin sudah dijalankan tapi hanya beberapa titik aja tidak menyeluruhnya karena mereka kan tidak punya basis data jumlah total pondok pesantren di Kabupaten Bekasi," beber dia.

Pemkab Bekasi diminta berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bekasi dalam memberikan bantuan kepada pondok pesantren.

Selain itu juga diminta melakukan pembinaan serta pengembangan keterampilan usaha.

Baca juga: Antre Bantuan Presiden UMKM Rp 2,4 Juta, Lautan Manusia Tumpah di Gedung Cisadane Tangerang 

Baca juga: Sabung Ayam yang Viral di Media Sosial Gunakan Lahan Milik Warga Komplek DKI di Pondok Kelapa

Baca juga: Tak Kunjung Ungkap Kasus Pembunuhan Wanita di Pondok Aren, Polisi: Pelaku Lari Ke Hut

"Mereka diberi pembelajaran untuk mandiri, apa yang kira-kira bisa menumbuhkan ekonomi kreatif bagi santri itu," terang Himawan.

Ia menegaskan, santri juga tak melulu menjadi seorang penceramah tapi bisa menjadi pengusaha hingga pemimpin.

"Ketika masyarakat khususnya santri ini diperhatikan didik dengan baik Insya Allah kedepannya menjadi pimpinan daerah lebih baik," paparnya. (MAZ)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved