Kabar Artis

Lewat Bike for Hope, Wulan Guritno Ajak Masyarakat Bersepeda Sambil Berdonasi untuk Pekerja Seni

Bike for Hope mengajak semua kalangan untuk bersepeda sambil berdonasi untuk para pekerja seni yang terkena dampak pandemi Covid-19.

istimewa
Bike for Hope mengajak masyarakat bersepeda virtual sambil berdonasi untuk pekerja seni. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Industrial Tourism World dan Yayasan Dunia Kasih Harapan (HOPE) menghadirkan acara virtual Bike for Hope yang akan berlangsung pada 25 Oktober hingga 30 November 2020.

Bike for Hope merupakan aktivitas bersepeda secara virtual bagi pesepeda dalam rangka memperingati Hari Amal Sedunia. Acara ini akan dimulai dengan kick-off pada 20 Oktober 2020.

Dalam keterangan pers virtual di Jakarta, Selasa (20/10/2020) Wulan Guritno mengatakan, pihaknya ingin memberi makna lebih pada kegiatan bersepeda di tengah pandemi Covid-19. 

Keterangan pers virtual Bike for Hope.
Keterangan pers virtual Bike for Hope. (istimewa)

Kondisi itu membuat banyak kegiatan harus dilakukan dalam lingkungan terbatas seperti di rumah dan sekitarnya.

"Lewat kegiatan ini kami ingin mendorong orang untuk bangkit bersama-sama menghadapi pandemi ini. Caranya dengan berolahraga bersama yaitu bersepeda secara virtual sambil berbagi kepada para pekerja seni yang terdampak langsung oleh pendemi ini," tutur Wulan Guritno yang juga mulai aktif bersepeda.    

Baca juga: Wulan Guritno Rasakan Manfaat Bersepeda saat Pandemi Virus Corona

Kick-off  kegiatan Bike For Hope  bertepatan  dengan  anniversary  Yayasan  Dunia  Kasih  Harapan  (HOPE)  yang dipimpin oleh Wulan Guritno, Amanda Soekasah, dan Jannah Soekasah Joesoef.

Wulan menjelaskan, tujuan utama dari acara Bike for Hope adalah menggalang donasi untuk pekerja seni yang terkena dampak Covid-19.

Donasi terkumpul dari peserta.

Setiap peserta yang melakukan registrasi ikut Bike for Hope otomatis sudah ikut berdonasi.

Baca juga: VIDEO Warkot Gowes Bersepeda Mandaki Bukit Hambalang

Dana yang terkumpul akan disumbangkan melalui FFI (Festival Film  Indonesia)  dan diserahkan  langsung secara simbolis pada malam nominasi atau malam puncak kepada kru film yang terimbas pandemic Covid-19.

Ketua FFI Lukman Sardi menyatakan, para pekerja seni kebanyakan memenuhi nafkah berdasarkan proyek demi proyek penggarapan film. 

"Sejak pandemi berlangsung yang berdampak tertundanya banyak proyek film maka para pekerja seni ini terdampak langsung tak dapat memenuhi nafkahnya. Inilah yang berusaha kita support lewat kegiatan seperti ini," tuturnya.

Menurut Lukman, pihaknya bekerjasama dengan instansi pemerintah lewat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Karena itu pendataan para pekerja seni yang terdampak lebih valid sehingga pemberian donasi dapat tepat sasaran. 

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved