Jumat, 17 April 2026

Kabar Tangerang

Pandemi Virus Corona Hempas Sektor IKM Kabupaten Tangerang

Dampak pandemi virus corona di sektor ekonomi luar biasa besar. Ini yang dialami pelaku industri kecil menengah (IKM) Kabupaten Tangerang.

Penulis: Valentino Verry | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Hironimus Rama
Suasana Bazar UKM di halaman Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor pada Rabu (2/9/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Dampak pandemi virus corona di sektor ekonomi luar biasa besar. Ini yang dialami pelaku industri kecil menengah (IKM) Kabupaen Tangerang.

Berdasarkan hasil survei Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, sebanyak 17,9 persen IKM di daerah itu berhenti beroperasi imbas pandemi Covid-19.

Sedangkan IKM yang produksi normal sebanyak 11,4 persen dan yang tetap melakukan produksi meskipun di tengah kesulitan pandemi Covid-19 sebanyak 70,7 persen.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengunjungi fasilitas cold storage baru milik Cahaya Bahari Jakarta (CBJ) di Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (31/8).
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengunjungi fasilitas cold storage baru milik Cahaya Bahari Jakarta (CBJ) di Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (31/8). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Kepala Seksi Industri Menengah Besar pada Disperindag Kabupaten Tangrang, Hasanudin, mengungkapkan survei dilakukan untuk mengetahui dampak Covid-19 terhadap IKM Kabupaten Tangerang.

"Kami telah mengirimkan kuesioner kepada 457 IKM yang ada di Kabupaten Tangerang, namun yang merespons dan mengirimkan kembali kuesionernya hanya 140 IKM yang tersebar di Kabupaten Tangerang," ucap Hasanudin dalam keterangannya, Minggu (18/10/2020).

Katanya, dari 140 IKM tersebut paling banyak di Kecamatan Kelapa Dua yaitu 45 IKM.

Kemudian Kecamatan Pasar Kemis, Curug, dan Legok masing-masing 15 IKM.

Terakhir di Kecamatan Panongan ada 10 IKM, dan Cikupa sembilan IKM.

Presiden Jokowi bersama pelaku UKM di Istana Bogor, Selasa, 29 September 2020
Presiden Jokowi bersama pelaku UKM di Istana Bogor, Selasa, 29 September 2020 (Tribunnews.com)

"Dari hasil survey tersebut didapati bahwa sebagian besar IKM sumber modalnya berasal dari pribadi sendiri sebanyak 121 IKM, 16 IKM berasal dari pinjaman perbankan dua dari koperasi satu pinjaman lainnya," ungkap Hasunudin.

Berdasarkan data yang terhimpun, dari 140 IKM tersebut, paling banyak mereka menghasilkan produk seperti makanan dan olahan makanan serta minuman maupun kuliner.

Namun, Dari 140 IKM ada 41,4 persen pekerja yang dirumahkan karena terdampak Covid-19. Lalu, 58,6 persen tidak dirumahkan alias tetap dipekerjakan.

"Di tengah pandemi ini IKM ada yang tidak berproduksi dan ada yang masih melakukan produksi. yang berhenti operasi 17,9 persen yang berproduksi normal 11,4 persen,"  ucapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved