Minggu, 26 April 2026

Liga 1

Koordinator SOS Akmal Marhali Menilai PSSI Konsisten dengan Inkonsistensi

Akmal Marhali menilai PSSI dan PT LIB, institusi yang mengelola kompetisi sepak bola Indonesia, konsisten dalam ketidakpastian terkait Liga 1 2020.

Penulis: Merdisikandar | Editor: Merdisikandar
Dok.Pribadi
Ketum PSSI Mochammad Iriawan bersama Koordinator SOS Akmal Marhali 

Koordinator lembaga pengawas sepak bola Indonesia, Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, menilai PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) konsisten dalam inkonsistensi.

Kata Akmal, dua institusi yang mengelola kompetisi sepak bola Indonesia itu konsisten dalam ketidakpastian terkait nasib Liga 1 2020.

“Begitulah wajah sepak bola Indonesia,” kata Akmal, melalui siaran pers, Sabtu (17/10/2020).

Menurut Akmal, extraordinary club meeting yang digelar PSSI bersama PT LIB, di di Yogyakarta, Selasa (13/10/2020), justru menggantung nasib kompetisi tahun ini.

Di dalam pertemuan itu, PSSI, LIB, dan klub hanya menyampaikan pernyataan sikap ingin melanjutkan Liga 1 2020, yang masih menyisakan 31 pertandingan.

Sayangnya, pertemuan itu tidak menyertakan pemerintah, misalnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) lewat Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) maupun Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang memegang kendali izin keramaian.

”Akhirnya, pernyataan itu bertepuk sebelah tangan,“ kata Akmal.

PSSI berharap kick-off lanjutan Liga 1 2020 bisa dilakukan pada bulan November mendatang.

Bila tidak bisa dilakukan pada bulan itu, PSSI berharap kompetisi tahun ini diizinkan untuk digelar lagi pada bulan Desember 2020 atau bulan Januari 2021.

Pilihan yang diberikan PSSI itu, menurut Akmal, jadi bukti ketidakjelasan induk organisasi sepak bola di Tanah Air.

“Kasihan klub, pelatih, dan pemain yang digantung dan pastinya sangat terdampak dengan ketidakpastian tersebut. Lebih baik PSSI tegas,“ kata Akmal.

Menurut Akmal, PSSI bisa mencontoh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), yang menghentikan Piala Asia dengan alasan force majeure akibat pandemi Covid-19.

Bukan hanya Piala Asia, AFC juga menghentikan Piala Asia Futsal di Kuwait, Piala Asia U-16, U-19, dan lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2022.

“PSSI lebih baik stop berpikir melanjutkan kompetisi bila tidak pasti. Lebih baik fokus mempersiapkan musim 2021. Toh, bila menilik kalender, bulan ini sejatinya sudah fase akhir musim 2020,“ tutur Akmal.

“Dilanjutkan tanpa degradasi dengan 31 pertandingan maraton sangat berisiko dan makna kompetisinya menjadi bias,“ tambahnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved