Breaking News:

Omnibus Law Cipta Kerja

Hinca Pandjaitan Lapor ke Kapolri Dugaan Kekerasan Aparat saat Amankan Demonstrasi Tolak UU Ciptaker

Tindakan Hinca merupakan bentuk keprihatinan melihat sikap aparat yang cenderung represif menghadapi pendemo.

Editor: Feryanto Hadi
Okky Herman Dilaga/Kompas.com
Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Hinca Pandjaitan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Politisi Partai Demokrat Hinca Pandjaitan melaporkan dugaan kekerasan dan intimidasi yang dilakukan oknum kepolisian saat mengamankan unjuk rasa penolakan Undang-undang Cipta Kerja kepada Kapolri Jenderal Idham Aziz.

Hinca mengaku, telah mengumpulkan bukti-bukti laporan adanya dugaan kekerasan bahkan pelanggaran HAM yang dilakukan terhadap peserta aksi demo.

Tindakan Hinca merupakan bentuk keprihatinan melihat sikap aparat yang cenderung represif menghadapi pendemo.

Baca juga: Pemerintah Dianggap Zalim, Alasan FPI dan Puluhan Ormas Akan Geruduk Istana Negara Tolak UU Ciptaker

Baca juga: Antisipasi Kericuhan saat FPI Cs Demo Tolak UU Omnibus Law di Istana Negara, TNI Siap Bantu Polisi

"Ratusan bahkan ribuan pesan soal kekerasan oknum kepolisian kepada peserta aksi maupun jurnalis yang saya dapat dari teman2 telah saya baca dan beberapa di antaranya saya teruskan kepada POLRI dalam sebuah surat dan 1 CD berisi video-video kiriman teman-teman. Saya tetap kawal proses ini," tulis Hinca di akun Twitternya, dikutip Wartakotalive.com, Senin (12/10/2020).

Hinca menyebut, sebagai anggota Komisi III DPR RI, ia akan membawa masalah ini dalam rapat bersama Polri beberapa waktu ke depan.

"Selain itu, saya akan membawa hal ini ke dalam rapat komisi III bersama Polri dalam beberapa waktu ke depan," imbuhnya.

Baca juga: Sambut Ferdinand Hutahaen Keluar dari Demokrat, Denny Siregar: Selamat Datang di Dunia Hati Nurani

Hinca memberi catatan, yakni apresiasi terhadap Polda Bengkulu yang berhasil mengamankan demonstrasi dengan damai tanpa adanya kericuhan dan kekerasan.

"Dalam surat tersebut, saya juga apresiasi Polda Bengkulu yang saya sebut sebagai salah satu wilayah yang aksinya berjalan damai," tandasnya.

Seperti diketahui, di media sosial banyak sekali beredar video rekaman aksi kekerasan yang dilakukan oknum aparat.

Bahkan, sejumlah jurnalis melaporkan telah menjadi korban kekerasan dan ditangkap saat menjalankan tugasnya meliput aksi demonstrasi.

Baca juga: Aliansi Akademisi Kecam Dirjen Dikti Coba Halangi Mahasiswa Ikut Demonstrasi Menolak UU Cipta Kerja

Baca juga: Guru Pondok Pesantren di Tangsel yang Beri Hukuman kepada Santri Jadi Tersangka Penganiayaan

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved