Demo Buruh
Kesedihan Korban Kebakaran di Simpang Lima Senen Dibalas Pemprov DKI Jakarta dengan Bantuan
Apa yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta bisa ditiru oleh wilayah lain. Kini korban demo buruh akan mendapat bantuan.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Apa yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta bisa ditiru oleh wilayah lain. Kini korban demo buruh akan mendapat bantuan.
Seperti yang dialami banyak pedagang di kawasan Simpang Lima Senen, Jakarta Pusat, mereka bakal mendapat bantuan tersebut.
Seperti diketahui, akibat demo buruh yang menolak pengesahan UU Cipta Kerja beberapa hari lalu, lapak, kios, dan gedung di sekitar Simpang Lima Senen ludes terbakar.
Nantinya para pemilik toko dan kios yang terbakar akan mendapat suntikan modal dari Pemprov DKI Jakarta.

“Pemerintah nanti akan memberikan bantuan kepada UMKM, sekarang sedang kami cek ulang berapa kerugiannya dan berapa jumlah bantuan yang akan kami berikan untuk pedagang yang dirugikan akibat aksi pembakaran,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat meninjau lokasi kebakaran, Sabtu (10/10/2020) pagi.
Pria yang akrab disapa Ariza ini menyesalkan adanya pembakaran kios dan pengrusakan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos dan fasum) oleh massa.
Adapun massa melakukan aksi anarkis sebagai bentuk kekecewannya kepada pemerintah pusat yang menyetujui UU Cipta Kerja.
“Kami menyayangkan aksi pengrusakan dan anarkis. Perusakan fasilitas umum, ada 20 halte dan tiga stasiun MRT,” ujarnya.
“Belum lagi pos polisi, pembatas jalan, cermin, traffic light, traffic cone, dan beberapa lainnya,” imbuh Ariza.
“Termasuk di sini ada teater yang sudah lama berdiri di Senen ini. Ada ruko tempat jual mainan anak-anak, ruko toko buku, dan rumah ibadah yang dirusak yah,” tambah politisi Partai Gerindra ini.

Kata dia, korban pembakaran di Simpang Lima Senen juga menyayangkan adanya aksi pembakaran dan pengrusakan itu.
Meski demikian, mereka mengaku senang begitu pemerintah daerah menjanjikana adanya pinjaman untuk modal usaha.
“Nanti jumlah unitnya (bantuan) akan disesuaikan dengan kebutuhan. Kami juga mengajak masyarakat untuk berkolaborasi membantu sesama yang dirugikan atas aksi pengrusakan dan pembakaran tersebut,” ucapnya.