Kesehatan
Dr Raden Kania: Kontrol Kesehatan Teratur Cegah Risiko Kehamilan
Setiap ibu hamil dapat memilih memeriksakan kondisi kehamilannya ke bidan atau dokter spesialis kandungan.
WARTA KOTA, TANGERANG - Setiap ibu hamil dapat memilih memeriksakan kondisi kehamilannya ke bidan atau dokter spesialis kandungan.
Keduanya memiliki kompetensi untuk menangani ibu hamil.
Mereka dapat membantu memberikan informasi dan menangani kesehatan ibu hamil.
Namun ada beberapa perbedaan yang akan memengaruhi pemilihan metode dan tempat persalinan bagi setiap ibu hamil.
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Sari Asih Cipondoh, dr Raden Kania Praharsini , SpOG menjelaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan ibu hamil.
• Berikut Penjelasan Ahli Soal Dampak Ibu Hamil Minum Teh dan Kopi
• Apa Itu Infeksi Listeria? Ini Ciri-Ciri, Gejala, Penyebab dan Dampak Ibu Hamil Konsumsi Jamur Enoki
Menurut Raden Kania, konsultasi dan pemeriksaan yang dilakukan bidan atau dokter spesialis kandungan bertujuan mendeteksi risiko kehamilan.
Mereka akan menentukan metode persalinan yang ditempuh ibu hamil.
“Penentuan proses persalinan yang akan dijalani oleh ibu hamil sudah dapat ditentukan sejak awal," ucap Raden Kania, Kamis (1/10/2020).
Oleh sebab itu, kontrol kehamilan yang teratur sangat bermanfaat mencegah risiko kehamilan lebih tinggi.
"Serta membantu menentukan perencanaan selama kehamilan, proses persalinan, dan perawatan setelahnya,” ujarnya lagi.
• Pasar Jaya Imbau Ibu Hamil Belanja Lewat Daring Selama Masa PSBB Transisi dan New Normal
• Begini Persalinan yang Aman Bagi Ibu Hamil Saat Kondisi Pandemi Covid-19
Raden Kania mengatakan, jika kehamilan tidak bermasalah, maka proses persalinan spontan bisa dibantu bidan terdekat, tanpa bantuan penggunaan obat-obatan atau alat apa pun.
Namun, jika kehamilan memiliki komplikasi dan berisiko tinggi, persalinan tidak dapat dilakukan oleh bidan, melainkan harus dibantu dokter kandungan.
Cara persalinan beragam, dari persalinan spontan, pemberian obat-obatan, penggunaan alat bantu seperti alat vakum, hingga operasi seksio sesarea atau operasi caesar.
Pilihan cara melahirkan itu, kata Raden Kania, tergantung dari kondisi ibu hamil dan janin dalam kandungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/dr-raden-kania1110.jpg)