Jumat, 10 April 2026

Teknologi

Awas, 375 Ancaman Baru dan Penipuan per Menit Incar Transaksi Digital plus Cashless, Ini Tips McAfee

McAfee Labs menemukan adanya 375 ancaman baru setiap menitnya melalui aplikasi jahat, kampanye phishing, malware, dan lainnya.

Penulis: Fred Mahatma TIS | Editor: Fred Mahatma TIS
McAfee
McAfee. Hasil McAfee Labs terbaru menemukan adanya 375 ancaman baru setiap menitnya melalui aplikasi jahat, kampanye phishing, malware, dan lainnya. Bagaimana mengatasinya? 

“Pelaku kejahatan siber bergerak sangat cepat untuk memanfaatkan pembayaran non-tunai atau cashless dengan menggunakan teknologi dan keterampilan yang canggih untuk menciptakan cara penipuan yang mudah dipercaya...”

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sejak 2019 hingga tahun 2020 ini, transaksi e-payment atau pembayaran elektronik di Indonesia meroket hingga 173 persen.

Hal ini adalah imbas dari tren masyarakat Indonesia yang kini semakin menghindari penggunaan tarik tunai ATM dan kartu debit sebagai metode pembayaran utama.

Tren tersebut kini makin nyata menjadi gaya hidup masyarakat untuk bertransaksi.

Kemudahan dari pembayaran digital merupakan poin plus bagi konsumen, namun mereka juga harus berhati-hati dalam bertransaksi untuk menghindari kejahatan siber.

McAfee Perkenalkan Produk Baru untuk Tingkatkan Keamanan Digital Konsumen di Era WFH

375 Ancaman baru

Menurut laporan terbaru McAfee, Covid-19 Threat Report: July 2020, McAfee Labs menemukan adanya 375 ancaman baru setiap menitnya melalui aplikasi jahat, kampanye phishing, malware, dan lainnya.

Selain itu, jumlah serangan siber yang memanfaatkan konten Covid-19 di Indonesia mencapai 88 juta dari bulan Januari hingga April.

“Pelaku kejahatan siber bergerak sangat cepat untuk memanfaatkan pembayaran non-tunai atau cashless dengan menggunakan teknologi dan keterampilan yang canggih untuk menciptakan cara penipuan yang mudah dipercaya,” ujar Shashwat Khandelwal Head of Southeast Asia Consumer McAfee.

Selama PSBB Masa Pandemi Covid-19, Pengguna Mobile Banking M2U Maybank Meningkat 130 Persen

Hunian Berteknologi Digital di Summarecon Bekasi Terjual 78 Persen dalam Waktu Tiga Jam

Perkembangan dan penggunaan pembayaran digital, lanjutnya, memudahkan para penjahat siber untuk menipu pengguna dan mengambil uang mereka.

"Maka, masyarakat Indonesia perlu mengetahui berbagai tips keamanan bertransaksi secara digital untuk menghindari penipuan,” katanya.

Resmi, Harga iPhone SE 2020 di Indonesia Mulai Rp 7 Jutaan, Ada 3 Varian, Ini Spesifikasinya

Tahan Air dan Debu, Ini Spesifikasi Lengkap dan Harga Samsung Galaxy S20 FE, Perbedaan dengan S20?

Sulit kenali tanda-tanda penipuan

Lebih lanjut dipaparkan, sebagian besar masyarakat Indonesia yang beradaptasi dengan perubahan digital merupakan sasaran utama penipuan atau kejahatan siber.

Tingginya penggunaan teknologi digital yang memiliki peran penting di kehidupan sehari-hari pengguna meningkatkan kemungkinan adanya penipuan dan serangan siber.

Namun bagi pengguna digital baru, informasi mengenai penipuan dan cara mengenali tanda-tanda penipuan masih susah diperoleh.

Generasi yang lebih tua kemungkinan besar merupakan “digital immigrants.” di mana banyak pengguna digital dari generasi ini memiliki kesulitan dalam proses digitalisasi, serta pengertian dasar mengenai aplikasi seluler dan situs online.

Untuk memastikan seluruh segmen pengguna dapat bertransisi ke pembayaran non-tunai atau cashless secara aman, harus ada pemahaman yang lebih mengenai risiko keamanan siber.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved