Minggu, 10 Mei 2026

Virus Corona Jabodetabek

Alasan Ekonomi, Kafe Pelakor, Broker Coffe and Roastery, Kafe Nofe, dan Kafe Berlayar Nekat Buka

Aparat kepolisian dan Pemerintah Kota Bekasi melakukan penyegelan empat kafe di Kota Bekasi, pada Sabtu (26/9/2020) malam.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam |
Warta Kota/Muhammad Azzam
Pramono (42) (kaus kuning), Owner Broker Coffee & Roastery di Galaxy, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi diantara aparat kepolisian dan Pemkot Bekasi yang mengumumkan penyegelan kafe karena dianggam lenaggar protokol kesehatan, pada Sabtu (26/9/2020) malam. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI---- Aparat kepolisian dan Pemerintah Kota Bekasi melakukan penyegelan empat kafe di Kota Bekasi, pada Sabtu (26/9/2020) malam.

Empat kafe yang disegel itu yakni Kafe Pelakor, Broker Coffe and Roastery, Kafe Nofe, dan Kafe Berlayar. Keempatnya berlokasi di Kecamatan Bekasi Selatan.

Salah satu kafe yang disegel pada malam tadi itu, Broker Coffee & Roastery.

Atta Halilintar Dan Aurel Hermansyah Tunda Pernikahannya, Ini Penyebabnya

Survey Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah

Penyegelan dilakukan aparat setelah beredar sejumlah postingan di medsos terkait kerumunan pengunjung kafe yang tengah asyik menikmati live music melanggar protokol kesehatan.

Pengunjung tampak asyik berjoget tanpa memakai masker dan tidak menjaga jarak.

Kafe Owner Broker Coffee & Roastery di Galaxy, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, didatangi petugas, Sabtu (26/7/2020). Kafe ini dikenakan sanksi ditutup sementara karena melanggar protokol kesehatan.
Kafe Owner Broker Coffee & Roastery di Galaxy, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, didatangi petugas, Sabtu (26/7/2020). Kafe ini dikenakan sanksi ditutup sementara karena melanggar protokol kesehatan. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Pramono (42), Owner Broker Coffee & Roastery mememinta sanksi yang dikenakan tidak memberatkannya.

Pasalnya, apa yang dilakukannya itu untuk keberlangsungan ekonomi. Apalagi kafenya ini tidak menjual alhkohol.

Siapa Artis Paling Kaya di Indonesia? Ternyata Bukan Raffi Ahmad, Syahrini, Atau Inul Daratista

"Ini kafe biasa buat anak-anak muda, tidak jual alkohol. Banyak kok tempat yang lebih melanggar, ini kan persaingan bisnis ya," katanya.

Dia mengklaim, sudah mengikuti aturan protokol kesehatan selama Pandemi Covid-19. Bahkan, jumlah pengunjung sudah dibatasi.

Terkait kejadian yang viral itu diluar kendali karena pengisi live musik itu merupakan band yang sangat digandrungi.

"Tapi, kebetulan kemarin ada band yang anak-anak muda pada suka disini, karena kita disini anak muda semua yang pada dateng jadi lepas gitu aja,” tutur dia.

Berikut Ini Keistimewaan Tanaman Hias Janda Bolong yang Harganya Mendadak Jadi Ratusan Juta Rupiah

Adapun ditanya aturan penerapan protokol kesehatan dan jam operasional Pemkot Bekasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM), Pramono menyebut pihaknya sudah mengetahui dan mengarahkan manager dan karyawannya untuk menjalankan prokes dan aturan itu.

Namun, terkadang ada target yang diberikan olehnya untuk mendapat keuntungan tiap harinya, dan itu mungkin menjadi alasan anak buah di cafenya sulit berbuat apa-apa.

“karena sudah aturan dan sudah resiko yang kita harus tanggung ya nggak apa-apa. Tapi, kita berharap pemerintah beri sedikit kebijakan dan tidak ditutup selamanya juga, sebab kalau gitu ya mati dong yang di sini semuanya,” ungkap dia.

Berikut Ini Keistimewaan Tanaman Hias Janda Bolong yang Harganya Mendadak Jadi Ratusan Juta Rupiah

Sebanyak empat kafe di Kota Bekasi, Jawa Barat disegel dan ditutup sementara oleh tim gabungan, pada Sabtu (26/9/2020).

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved