Viral Medsos
Bocah 9 Tahun yang Ngigau Sambil Menghafal Al Quran Tak Bisa Duduk Lebih dari 10 Menit
Nama M Ibrahim Wafiq alias Baim menjadi buah bibir masyarakat setelah videonya saat mengigau sambil melafalkan Al Quran viral di media sosial.
Penulis: Rangga Baskoro |
Baim sendiri saat ini, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta sejak hampir kurang lebih empat bulan.
Dia selama masa perawatan memang kerap mengigau sambil terus melantunkan ayat suci Al-Quran seperti yang ada di dalam video.
Selain itu, Baim juga kerap membaca salawat, dzikir serta takbir meski kondisi tubuhnya lemas di atas ranjang rumah sakit.
"Iya sering katanya, enggak cuma itu saja dia sering solawatan, dzikir," tuturnya.
FOLLOW JUGA:
Lebih lanjut, Abu Umar menceritakan, kondisi Baim sempat membaik dan pulang ke rumahnya pada bulan lalu.
"Bulan kemarin kami silaturahmi jenguk Baim pas lagi di rumah, alhamdulillah dia kondisinya membaik dan dia pulang, nah itu alhamdulillah kita bisa ketemu," ungkapnya.
Umar menambahkan, kondisi Baim saat dijenguk satu bulan lalu tampak berbeda sebelum dia jatuh sakit.
"Kita kaget dengan kondisi yang drastis dari yang sehat sampai saat ini beda bgt, kurusnya, gitu dan beliau pakai kursi roda," tuturnya.
TONTON JUGA
Namun, dia bersama para ustadz yang mengajar di Rumah Quran Az-Zahra dapat melihat keinginan kuat Baim untuk dapat sembuh.
Hal ini terbukti ketika dijenguk, Baim tampak bersamangat dan dapat duduk dengan tegap dalam waktu yang cukup lama.
"Kagetnya kedua orang tua dan keluarga di sana pas kita kunjungan ke rumah Baim itu bisa bertahan lama duduknya saking semangat mau ketemu kita para ustad-ustad yang jenguk."
"Biasanya kalau kata keluarga, Baim kurang dari 10 menit itu udah minta tiduran dia gak bisa duduk lama, artinya dia punya semangat lagi untuk sembuh," tambah Umar.
Kendati dmeikian, Abu Umar mengaku belum mengetahui penyebab pasti sakit sang santri.
"Kami enggak begitu menanyakan ke sana tapi kami tahunya disana baim sedang perawatan kemoterapi itu saja," imbuh Umar.(abs/*)