Breaking News:

Berita Nasional

Indonesia Siap-siap Hadapi Resesi Ekonomi, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Masyarakat

Menurut Sri Mulyani Indrawati, di kuartal III ini perekonomian Indonesia kemungkinan akan mengalami kontraksi minus 2,9 persen hingga minus 1,1 persen

Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Alex Suban
Menteri Keuangan Sri Mulyani seusai bertemu presiden di Istana Negara, Senin (19/2/2018). Menurut Sri Mulyani, di kuartal III ini perekonomian Indonesia kemungkinan akan mengalami kontraksi minus 2,9 persen hingga minus 1,1 persen. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Hingga Selasa (22/9/2020) malam, jumlah penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia masih sangat tinggi, yaitu mencapai 4.071 kasus.

Artinya, pandemi masih belum bisa dikendalikan di Indonesia, dan hal tersebut akan merembet ke persoalan lain, termasuk menyasar ke sektor perekonomian akan ikut terpukul.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020.

Menurutnya, di kuartal III ini perekonomian Indonesia kemungkinan akan mengalami kontraksi minus 2,9 persen hingga minus 1,1 persen.

Adapun keseluruhan pertumbuhan ekonomi akhir tahun menurutnya juga akan berada pada kisaran minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen.

Dengan adanya hal tersebut, maka pertumbuhan ekonomi kuartal III dan IV menurutnya juga akan negatif.

Apa Itu Resesi? Berikut Penjelasan Lengkap Soal Perbedaan Resesi Ekonomi dengan Depresi Ekonomi

Luhut Pandjaitan: Kalau Resesi Terjadi, Itu Bukan Akhir Segalanya

Adanya hal tersebut maka tak menutup kemungkinan resesi ekonomi di Indonesia akan terjadi.

Melansir dari Forbes, resesi adalah kondisi di mana terjadi penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi yang berlangsung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Lantas, jika resesi betul terjadi apa dampak bagi masyarakat serta apa saja yang perlu dipersiapkan?

Dampak Resesi

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved