Pilkada Karawang
Pelanggaran Black Campaign di Medsos Cukup Tinggi, Bawaslu Ingatkan Semua Paslon Kampanye Santun
mengimbau dan mengajak semua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang untuk melakukan kampanye secara santun.
Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG --- Media sosial atau medsos menjadi salah satu perhatian pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karawang selama masa kampanye Pilkada 2020 Kabupaten Karawang berlangsung.
Guna mencegah terjadinya black campaign (kampanye hitam atau terselubung) di medsos, pihak Bawaslu akan mewaspadai dan meningkatkan pengawasannya.
“Paling kami lihat di media sosial. Karena media sosial ini hampir sama seperti dulu. Untuk itu pengawasannya akan kami lakukan dan kami analisa,” ucap Komisioner Bawaslu Kabupaten Karawang Divisi Pengawasan Hubungan Antar Lembaga, Suryana Hadi Wijaya, Senin (21/9/2020).
Peningkatan pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Karawang sendiri sudah mulai dilakukan dengan menerjunkan hingga merekrutkader-kader pengawasan.
Tak cukup hanya pengawasan, dari mereka juga diikutsertakan dalam pengawasan tatap muka.
“Ya kalau analisa kami memang (kampanye terselubung--red) media sosial akan cukup tinggi. Cuma tetap kami Bawaslu ada dua yang kami awasi baik secara langsung dan tidak langsung,” tuturnya.
Pengawasan secara langsung dikatakan Suryana pihaknya akan mengedepankan kepatuhan protokol kesehatan dari setiap pasangan calon hingga para pendukung pasangan calon saat masa kampanye nanti yang digelar 26 September 2020 hingga 5 Desember 2020.
Sedangkan untuk pengawasan tidak langsung pihaknya akan melakukan pengawasan di beberapa media sosial, terkait adanya pelanggaran black campaign.
Untuk itu Bawaslu Kabupaten Karawang selalu mengimbau dan mengajak semua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang untuk melakukan kampanye secara santun.
“Ya kalau pesan kami dari Bawaslu ke paslon tentu bagaimana nanti kedepan masih masalah covid-19 jadi jangan sampai mengerahkan massa. Lalu bagaimana berkampanye yang santun,” paparnya.
Sebelumnya dalam upaya mengantisipasi adanya black campaign di masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) berbagai upaya akan dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karawang.
Salah satunya yaitu membentuk ratusan kader pengawasan. Dimana ratusan kader ini diberikan pembekalan materi politik yang nantinya akan di sosialisasikan kepada masyarakat.
“Antisipasi dilakukan bawaslu yaitu memberikan pendidikan politik. Yang pertama kita telah membentuk sekolah kader pengawasan,” kata Suryana Hadi Wijaya.
Dikatakan Suryana, jika para kader pengawasan ini telah dibentuk sebelumnya dan sudah diberikan materi politik.
Kurang lebih sudah ada 146 kader pengawasan yang dibentuk. Mereka akan disebar ke 30 kecamatan di Kabupaten Karawang.
“Jadi tujuannya bagaimana mengedukasi masyarakat tentang pemilu dan salah satunya yaitu mengenai black campaign. Seperti politik SARA, politik uang, hoaks dan sebagainya,” katanya.
Suryana menjelaskan jika para kader pengawasan ini melibatkan beberapa kalangan termasuk para aktivis, tokoh masyarakat, bahkan ada beberapa diantaranya melibatkan para mahasiswa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kantor-bawaslu-karawang1189.jpg)