Breaking News:

Kriminalitas

Oknum Polantas yang Diduga Cabuli Siswi SMP di Pontianak Harus Tetap Dipantau Meski Dipecat

Menurut Reza, pemecatan terhadap para personel nakal atau oknum, memang membersihkan lembaga.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Feryanto Hadi
Tribunjabar.id/Wahyudi Utomo
Ilustrasi pencabulan 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI--Seorang oknum Polantas di Polres Pontianak, Kalimantan Barat, yakni Brigadir DY, diduga kuat telah mencabuli seorang siswi SMP yakni S (15), yang sebelumnya melanggar lalu lintas.

Awalnya S yang mengendarai sepeda motor bersama rekannya Y diberhentikan DY di Jalan Sultan Hamid, dekat Simpang Garuda, Pontianak.

Sebab kedua remaja perempuan itu tidak mengenakan helm.

Karenanya DY akan menilang mereka.

Tapi kedua remaja itu menolak dan memohon ke DY agar tak ditilang.

Oleh DY, S diajak pergi, sedangkan rekannya Y disuruh pulang.

D membawa S ke sebuah hotel dan memesan kamar di sana.

Diduga DY mencabuli S secara paksa di kamar hotel itu.

Rencana Dua Pelaku Awalnya Hanya Memeras Korban dan Paling Buruk Membunuh, Tak Sampai Mutilasi

Djoko Tjandra Sepakat Berikan Rp 148 Milliar kepada Pejabat Kejagung dan MA, Sudah Cair Atau Belum?

Ilustrasi pemerkosaan, salah satunya anak oleh ayah tiri
Ilustrasi pemerkosaan, salah satunya anak oleh ayah tiri (Shutterstock)

Pakar Psikologi Reza Indragiri Amriel mengatakan jika fakta di berita iu benar, maka apa yang dilakukan oknum Polantas itu adalah perbuatan bejat.

Karenanya ia pantas dipecat dari Lembaga Polri.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved