Breaking News:

Advertorial

Adanya Program JKN-KIS, Tidak Membuat Alfandi Khawatir untuk Berobat

Setelah menyadari jaminan kesehatan itu sangat penting baginya, akhirnya ia memutuskan mengubah kepesertaannya menjadi peserta mandiri JKN-KIS.

Editor: Ichwan Chasani
Jamkesnews.com
Setelah pensiun, Alfandi (68), warga Bojong Baru, Kecamatan Citeureup, mengubah kepesertaan JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) menjadi peserta mandiri. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG — Memasuki usia yang sudah tidak muda lagi, membuat Alfandi (68) berfikir untuk memiliki jaminan kesehatan untuk bersiap menghadapi kondisi sakit yang bisa datang tiba-tiba.

Alfandi mengaku di usianya yang kini sudah tidak muda lagi akan lebih rentan untuk terserang penyakit.

warga Bojong Baru, Kecamatan Citeureup ini mengaku bahwa dengan memiliki jaminan kesehatan, nantinya sudah tidak dibuat khawatir untuk jika suatu saat dirinya jatuh sakit.

Apalagi dengan hadirnya program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, dirinya yakin bahwa program tersebut akan memberikan kemudahan akses bagi peserta JKN-KIS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dengan mudah.

“Saya berpikir bahwa jaminan kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki. Dengan begitu, kami memprioritaskan untuk memiliki jaminan kesehatan dibandingkan dengan apapun,” kata Alfandi, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Alfandi sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang didaftarkan oleh tempatnya bekerja. Namun, setelah dirinya pensiun, dirinya belum memiliki waktu yang cukup untuk mengubah kepesertaannya dan beralih menjadi peserta mandiri.

Setelah dirinya menyadari bahwa jaminan kesehtan itu sangat penting baginya, akhirnya ia memutuskan untuk mengubah kepesertaannya menjadi peserta mandiri.

“Semasa masih bekerja, saya sudah pernah memanfaatkan kepesertaan JKN-KIS saya untuk berobat. Namun, setelah pensiun, saya tidak langsung mengubah kepesertaan milik saya menjadi peserta Program JKN-KIS segmen peserta mandiri. Namun, saya banyak mendapatkan saran baik dari anak-anak dan teman-teman dan saya akhirnya tertarik dan mendaftarkan diri menjadi peserta Program JKN-KIS,” tambah Alfandi.

Dirinya juga mengaku bahwa ia sering mendengar respon positif yang dirasakan oleh rekan sekantornya ketika mereka berobat di rumah sakit dengan menggunakan kartu JKN-KIS.

Banyak rekannya yang tertolong dan mendapatkan kemudahan mengakses pelayanan kesehatan. Hal itu lah yang membuat dirinya akhirnya mendaftar sebagai peserta mandiri JKN-KIS.

“Banyak kerabat dan keluarga yang memberitahu saya tentang keuntungan dan manfaat mengikuti Program JKN-KIS ini. Terutama di usia saya yang tergolong rentan terhadap penyakit, sehingga hal ini merupakan pilihan yang tepat bagi saya mengikuti Program JKN-KIS untuk melakukan pengecekan kesehatan yang rutin,” kata Alfandi.

Alfandi berfikir untuk berupaya menjaga kesehatan ke depannya dengan sering-sering melakukan pengecekan dan konsultasi masalah kesehatan menggunakan kartu JKN-KIS.

Tentu kendala utama sebelumnya adalah biaya, tetapi dengan mengikuti Program JKN-KIS ini jadi lebih terjangkau kedepannya.

Ia berharap BPJS Kesehatan melalui Program JKN-KIS tetap mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan ke depannya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved