Sekda DKI Meninggal
FAKTA Kritik Pemprov DKI Gelar Upacara Penghormatan dan Pelepasan Jenazah Saefullah
Pemprov DKI Dikritik Lantaran Gelar Upacara Penghormatan dan Pelepasan Jenazah Saefullah, Berikut Alasannya :
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
“Beliau pejabat yang berwenang dan aktif alias tidak pensiun. Beliau waktu menjelang sakit masih rapat paripurna (di DPRD DKI pada Senin, 7/9/2020),” ujar Chaidir.
“Dari kelaziman tata cara kami dalam pemerintahan ketika pejabat aktif (meninggal dunia), kalau menggunakan prosedur protokol ketentuan kami harus melepas. Bagaimana kalau nggak lepas? Misal kamu sebagai pemimpin, lalu dilepas begitu (saja) perasaannya gimana? Jadi, ada protokolnya lah,” kata Chaidir.
• Pemprov DKI Bantah Penutupan Gedung Blok G Akibat Meninggal Dunianya Sekda DKI Saefullah
Dalam kesempatan itu, Chaidir memastikan proses upacara yang digelar di Balai Kota telah mengikuti protokol kesehatan.
Seluruh ASN yang hadir wajib memakai masker dan menjaga jarak untuk menghindari penularan Covid-19.
Selain itu, jenazah dalam keadaan tertutup rapat di dalam peti di mobil jenazah.
Bahkan, peti jenazah tidak dikeluarkan dari dalam mobil, sehingga mobil dalam posisi bersiaga di halaman Balai Kota DKI Jakarta.
“Kami ikuti protokol kesehatan, jenazah tidak dibuka dan bagi orang yang mengkritik, mereka tidak paham dengan etika birokrasi dan tidak paham dengan adat istiadat ketimuran,” jelasnya. (faf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ambulans-yang-membawa-almarhum-sekda-dki-saefullah.jpg)