Breaking News:

Berita Video

VIDEO: Master Meter Dianggap Lebih Mahal, Warga RW 19 Tugu Utara Minta Sambungan Air Bersih Langsung

Mungkin permasalahan master meter biaya mahal, tarifnya untuk pengelola Rp 7.450 per kubik. Kalau langsung bayar Rp 3000-4000 per kubik,” ujar Ricardo

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Warga RT 11/RW 19 Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, ingin meter air langsung dipasang di rumah warga, Senin (7/9/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, KOJA - Akses air bersih di Kampung Beting Remaja, RT 011/RW 19 Kelurahan Tugu Utata, Kecamatan Koja, Jakarta Utara dengan sistem master meter dinilai terlalu mahal bagi warga.

Ketua RW 19 Kelurahan Tugu Utara Ricardo Hutahaean mengatakan sistem master meter biayanya dianggap mahal. Ia beralasan untuk sambungan biasa biayanya lebih murah.

“Mungkin permasalahan master meter biaya mahal, tarifnya untuk pengelola Rp 7.450 per kubik. Kalau langsung bayar Rp 3000-4000 per kubik,” ujar Ricardo, Senin (7/9).

Menurut Ricardo, ada dua lokasi master meter di wilayah RW 19 Tugu Utara. Pertama ada di RT 005 untuk digunakan warga di RT 001-006 dan kedua ada di RT 010 untuk dipakai warga di RT 007-012.

Ricardo pun meminta agar warga diberikan akses sambungan air bersih langsung ke rumah-rumah supaya mendapat harga yang lebih terjangkau.

“Seharusnya PAM Jaya harusnya nggak lakukan swastanisasi air namanya atau minimal boleh pakai master meter tarif sama dong Rp 3000-4000 per kubik,” katanya.

Sementera itu seorang warga, Saypul Gultom (38) mengatakan ia harus melapor kepada pengelola master meter untuk mendapatkan air bersih.

Warga RT 011/RW 19 Kelurahan Tugu Utara itu pun harus antre menunggu giliran apabila ada warga lain yang juga sedang menggunakan.

“Bayarnya tergantung kalau kita nyelang (ngambil air bersih), ada terkadang Rp 15.000, Rp 18.000, Rp 20.000. Terkadang nyelang satu hari dua kali,” ucapnya.

“Tapi kalau sekarang sering (nyelang) karena kan ada bayi kalau bisa satu hari sekali Rp 15.000,” ungkapnya.

Mahalnya biaya tersebut membuat Saypul ingin agar ada sambungan air bersih langsung dari PT Aetra Air Jakarta sebagai pengelola ke rumahnya supaya uang yang dikeluarkan tidak banyak.

“Harapan kedepan dibantu penyediaan air bersih dari pihak aetra sendiri biar kita nikmati,” kata Saypul.

Corporate and Costumer Communication Manager PT Aetra Air Jakarta Astriena Veracia mengatakan master meter solusi satu-satunya akses air bersih di Kampung Beting Remaja.

Pasalnya tanah yang ditempati warga di Kampung Beting Remaja, RT 011/RW 19 Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara merupakan daerah abu-abu atau tidak resmi.

“Untuk tanah yang nggak ada suratnya, kita nggak bisa kasih sambungan. Tapi kita kan sudah fasilitasi berikan pelayanan dengan master meter sesuai aturan PAM Jaya,” ucapnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved