Pesta Seks Gay
Ini Peran 9 Tersangka Pesta Seks Gay Yang Digerebek Polisi
Ini Peran 9 Tersangka Pesta Seks Gay Yang Digerebek Polisi. Simak selengkapnya di dalam berita ini
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggerebek pesta seks sesama jenis dari sebuah ruangan di salah satu hotel di Jalan Setia Budi Utara Raya Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8/2020) dinihari pukul 00.30. Dari sana diamankan 56 orang pria penyuka sesama jenis.
Dari 56 orang itu, diketahui 9 orang sebagai penyelenggara dan 47 lainnya adalah peserta atau undangan. Kesembilan orang itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
Sementara untuk 47 orang lainnya masih sebatas saksi dan tidak ditahan.
Kesembilan orang lelaki yang ditetapkan tersangka adalah Teuku Ramzy Farrazy (25) alias TRF, BA, NA, KG, SP, NM, RP, A dan HW.
• Francesco Totti Berharap Penggemar Juventus tak Terlalu Menaruh Harapan pada Pirlo
Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan kesembilan tersangka memiliki peran masing-masing dimana ketua penyelenggaranya atau otak kasus ini adalah TRF.
"Peran TRF sebagai penyelenggara adalah sebagai penyewa kamar hotel untuk pesta seks, penerima transfer uang dari para peserta, dan menyediakan makanan atau snack untuk para peserta," katanya.
Lalu BA dan A, berperan sebagai seksi konsumsi, NA berperan sebagai bagian keamanan yang memeriksa peserta pada saat masuk agar tidak membawa senjata tajam atau narkoba.
Kemudian KG berperan menjaga barang barang yang dibawa oleh peserta, SP berperan menunggu buku registrasi untuk mencocokan atau memastikan peserta telah melakukan transfer tiket masuk ke rekening TRF.
• Sudah 54 Kali Beraksi di Jalan Tol, Ini Sasaran Komplotan Begal yang Diringkus Polres Jakarta Utara
Lalu NM, berperan menjemput peserta di lobby hotel untuk diarahkan ke Lantai 6 Room 608 Kuningan Suite, RP dan HW berperan menjemput peserta di lobby untuk diarahkan ke Lantai 6 Room 608 Kuningan Suite.
Yusri mengatakan kesembilan orang penyelenggara ini diketahui sudah enam kali menggelar aksi serupa sejak 2018 di beberapa hotel dan apartemen di Jakarta.
Penyelenggara katanya juga menetapkan tarif masuk ke para peserta atau undangan, yang semuanya anggota komunitas homo seksual di media sosial sejak 2018.
Enam kali penyelenggaran itu kata Yusri yakni pada Juni 2018 di Thamrin, Jakarta Pusat dengan jumlah peserta sekitar 30an orang dan harga tiket masuk Rp.500 Ribu, lalu pada Desember 2018 di Jakarta Selatan dengan jumlah peserta sekitar 30an orang dengan harga tiket masuk Rp. 300.000, kemudian Agustus 2019 di Jakarta Pusat dengan jumlah peserta sekitar 50an orang dengan tiket masuk Rp. 250.000.
• Surat Dari Ruben Onsu Bikin Sarwendah Menangis
Kemudian Desember 2019 di Semanggi, Jakarta Pusat dengan jumlah peserta sekitar 50an orang dengan tiket masuk Rp. 200.000, pada Maret 2020 di Kuningan Jakarta Selatan dengan jumlah peserta sekitar 40an orang dengan tiket masuk Rp. 200.000, lalu 28 Agustus 2020 di Kuningan Jakarta Selatan dengan jumlah peserta sebanyak 50 peserta dan tiket masuk Rp. 150 ribu sampai Rp 200 ribu atau Rp.350 ribu untuk yang datag berdua atau bertiga
"Penyelenggara yang dikordinatori TRF, terinspirasi dari acara pesta sex khusus homo di Thailand saat ia berada di Thailand," ujarnya.
"Untuk acara pesta seks di Kuningan, Jakarta Selatan ini, penyelenggara sudah menyiapkan sejak sebulan sebelumnya," kata Yusri.
Undangan katanya disebar di dua grup media sosial yakni grup WhatsApp dan Instagram dengan nama Hot Space Indonesia, juga melalui aplikasi GRINDR (aplikasi chating khusus gay), dan aplikasi Jack D (aplikasi chatting khusus gay).
• Pelatih Tira Persikabo, Igor Kriushenko Kriushenko, Antusias Hadapi Maung Bandung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/konpers-kabid-humas-polda-metro-jaya-6.jpg)