Kriminal

Bos Sindikat Penadah Modul BTS yang Dibekuk Polisi Ternyata Bukan Mantan Karyawan PT Telkomsel

Pelaku ternyata bukanlah mantan atau bekas karyawan PT Telkomsel, seperti yang diberitakan sebelumnya.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/ Budi Sam Law Malau
Keterangan pers Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus soal pengungkapan kawanan penadah spesialis modul Base Transceiver Station (BTS) yang diotaki mantan karyawan PT Telkomsel di Mapolda Metro Jaya, Senin (31/8/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI--Toto Sugiarto (47) alias TS, otak atau bos sindikat penadah modul Base Transceiver Station (BTS) yakni komponen untuk penguat sinyal jaringan telekomunikasi, dibekuk Polda Metro Jaya bersama 5 orang kaki tangannya, pada 6 dan 7 Agustus lalu.

TS ternyata bukanlah mantan atau bekas karyawan PT Telkomsel, seperti yang diberitakan Warta Kota sebelumnya.

Yang benar, TS alias Toto adalah eks karyawan PT Telkom.

Di sana, TS mengaku sudah bekerja selama 16 tahun sebelum berhenti.

Kepastian bahwa TS bukanlah mantan karyawan PT Telkomsel, tetapi mantan karyawan PT Telkom, diungkapkan Manager Corporate Communication Area Jabotabek-Jabar PT Telkomsel, Rifki Syabani, kepada Warta Kota, Selasa (1/9/2020).

"Jadi dia itu bukan mantan karyawan PT Telkomsel seperti yang diberitakan. Yang benar, TS adalah mantan karyawan PT Telkom, bukan Telkomsel," katanya.

Polisi Sebut Korban Pembiusan Bermodus Minuman di Bandara Soetta Dibuang ke Lebak Bulus

Dalam Penyelidikan Kasus Penyerobotan Lahan, Gedung Partai Hanura di Cipayung Dipasang Garis Polisi

Menurut Rifki, PT Telkom dan PT Telkomsel adalah berbeda. Meski, katanya, PT Telkomsel merupakan anak perusahaan PT Telkom.

"Karena berbeda itu, kami di Telkomsel berkepentingan meluruskan informasi ini. Jadi tersangka TS bukanlah bekas karyawan kami, tapi PT Telkom," ujarnya.

Seperti diketahui Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membekuk 6 orang kawanan penadah spesialis modul Base Transceiver Station (BTS) untuk penguat sinyal jaringan telekomunikasi.

Para pelaku ditangkap di sejumlah lokasi di Bandung, Bekasi dan Jakarta, pada 6 dan 7 Agustus 2020 lalu.

Kawanan ini diotaki oleh Toto Sugiarto (47) alias TS, mantan karyawan PT Telkom selama 16 tahun. Bahkan setelah keluar dari PT Telkom Toto sempat menjadi vendor penyedia perangkat tower BTS.

Dari kawanan ini petugas berhasil menyita sebanyak 46 unit modul BTS yang disimpan di gudang atau lapak milik TS di Cilincing, Jakarta Utara. Nilai total 46 modul BTS itu sekitar Rp 700 Juta, dan merupakan hasil kejahatan kawanan ini selama satu bulan yakni mulai Juni sampai Juli 2020.

Keenam pelaku itu adalah Toto Sugiarto alias TS selaku bos atau otak kawanan ini serta lima orang kaki tangannya. Yakni KP (39) dan JS (44) yang berperan sebagai pengepul modul BTS, BS (40) dan W (48) dan AS (47) yang berperan melakukan pengecekan kelayakan barang atau modul BTS yang mereka terima.

Ini yang Harus Disiapkan Perusahaan untuk Mencegah Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Kantor

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan ada 3 orang anggota kawanan ini yang buron dan menjadi DPO. Ketiga orang itu adalah ME (40), F (35) dan T (45) yang berperan beraksi mencuri modul BTS yang mereka sasar.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved