Berita Bekasi
Kumpulkan Jajaran Perangkat Daerah, Eka Supria Atmanja Sampaikan 3 Poin Ini
Tiga poin penting dalam rapat Monev kali ini yakni terkait virus corona atau Covid-19, pelayanan publik, dan pendidikan.
Penulis: Muhammad Azzam |
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja memimpin langsung Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Senin (31/8/2020).
Rapat Monev tersebut digelar di Ruang Rapat Bupati Bekasi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi
Ada tiga poin penting yang dijabarkan Bupati Bekasi dalam rapat Monev kali ini yakni terkait virus corona atau Covid-19, pelayanan publik, dan pendidikan.
Eka Supria Atmaja mengatakan, terdapat klaster baru terkait perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, khususnya di wilayah industri.
“Terkait cluster baru di beberapa wilayah industri yang ada di Kabupaten Bekasi, saya meminta agar Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Perindustrian dapat lebih berkoordinasi lagi terkait hal ini,” ujarnya seperti dikutip dari siaran pers, Senin (31/8/2020).
• Kasus Virus Corona Naik, Bupati Bekasi Minta Dinkes, Disnaker dan Dinas Perindustrian Berkoordinasi
• Lebih dari 400 Kasus Positif Corona Hanya di 3 Klaster Industri, Kabupaten Bekasi Zona Merah Lagi
Dia mengatakan, kedepannya Pemerintah Kabupaten Bekasi akan menggalakkan Gerakan Menggunakan Masker atau Genggam.
Pemkab Bekasi akan dibagikan masker kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi sebagai salah satu upaya mendisiplinkan masyarakat dalam gerakan pencegahan virus corona.
Dia meminta kepada jajarannya untuk berkoordinasi dalam pembuatan 2,5 juta masker kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
"Ini nanti akan kita bagikan ke masyarakat. Agar masyarakat juga tahu bahwa pemerintah juga selama ini ikut hadir dalam penanggulangan bencana Covid-19 ini,” katanya.
• Kapolres Metro Bekasi Bantah Kabar Karyawan Pabrik Positif Corona Ditolak Warga Isolasi Mandiri
• Kasus Melonjak, Tempat Isolasi Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi Penuh
Sedangkan di bidang Pelayanan Publik dan Perizinan, dia meminta, tidak ada lagi pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Saya harap kedepan para kepala dinas bisa berkoordinasi dengan para staf, agar tidak memberikan peluang untuk pungli, terutama dinas-dinas yang berhubungan langsung dengan masyarakat,” katanya.
Selain itu, perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Bupati Bekasi terus mengimbau Dinas Pendidikan untuk terus mengawal pembelajaran daring pelajar.
“Seperti anak-anak yang belajar di aula desa dengan memanfaatkan akses wifi gratis. Ini saya melihat sama saja seperti pembelajaran tatap muka, hanya beda lokasinya saja, saya tidak mau ada cluster baru nantinya kalau seperti ini,” katanya.
• Pemkot Bekasi Cetuskan Kota Bekasi Jadi Daerah 1001 Gerai Kopi Kekinian
• Wakil Wali Kota Bekasi Siapkan Tiga Mobil Dinas untuk Antar Pengantin, Berikut Cara Pengajuannya
Eka meminta, Dinas Pendidikan dan Dinas Komunikasi Informasi Persandian dan Statistik Kabupaten Bekasi untuk terus bersinergi.
Menurut dia, sinergi antar-lebaga dapat mengoptimalkan pembelajaran daring bagi para pelajar khususnya di Kabupaten Bekasi.
Bupati berharap, semua perangkat daerah di Kabupaten Bekasi dapat selalu bersinergi membuat perubahan bagi masyarakat Kabupaten Bekasi untuk Bekasi 2 kali lebih baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/rapat-monev1318.jpg)