Sabtu, 9 Mei 2026

Pilkada Tangsel

Geram Atas Kasus Pelecehan Seksual di Serua Tangsel, Saraswati Minta Tidak Ada Pembiaran

Geram Atas Kasus Pelecehan Seksual di Serua Tangsel, Saraswati Minta Tidak Ada Pembiaran

Tayang:
Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Calon Wakil Wali Kota Tangsel Rahayu Saraswati Djojohadikusumo 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Kasus pelecehan seksual terhadap perempuan di Tangerang Selatan (Tangsel) ditekankan Calon Wakil Wali Kota Tangsel Rahayu Saraswati Djojohadikusumo wajib menjadi perhatian semua pihak.

Seperti kasus pelecehan terkini, yakni kasus peremasan payudara yang dilakukan pemilik kontrakan di Parung Benying RT 04/03 Serua, Ciputat, Tangsel, terhadap seorang perempuan penghuni kontrakan.

"Tidak boleh ada pembiaran terhadap pelaku pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan. Harus diproses secara hukum,” ucap Saraswati dalam siaran tertulis pada Senin (31/8/2020).

Saraswati bersama calon Wali Kota Tangsel, Muhamad, mengutuk keras siapa pun pelaku pelecehan seksual dan kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

KISAH Penyintas Covid-19 Kehilangan Anggota Keluarga, Sedih Ada Orang Sepelekan Protokol Kesehatan

Saraswati sendiri adalah mantan anggota DPR RI di Komisi VIII, yang kerap menyuarakan perlindungan lebih menyeluruh terhadap perempuan dan anak dari tindak kekerasan dan pelecehan seksual.

Ia juga sudah lama dikenal sebagai aktivis anti-perdagangan orang.

Keponakan dari Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto ini adalah pendiri Parinama Astha (Partha), sebuah yayasan yang memperjuangkan kepentingan perempuan dan anak. 

Mengenai masih maraknya kasus pelecehan seksual dan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Tangsel, selaku calon pemimpin kota itu, Muhamad-Saraswati mempunyai sejumlah program.

Di antaranya memberi perlindungan kepada korban dan bantuan pemulihan dari trauma yang dialami para korban.

"Harus ada perlindungan kepada korban, dan mendapat bantuan untuk pemulihan atas trauma yang dialaminya,” tegas Saraswati.

Besok 1 September 2020 Job Fair Kota Tangerang Digelar, Pendaftar Sudah 500 Orang Lebih

Untuk mewujudkan Kota Tangsel yang warganya berbudi luhur, sekali lagi Saraswati menegaskan bahwa tidak boleh ada pembiaran terhadap pelaku pelecehan seksual

"Beri perlindungan dan bantuan pemulihan kepada korban. Dan mari wujudkan bersama Tangsel sebagai kota yang ramah anak dan ramah terhadap perempuan,” seru ibu dari dua putra ini.

Seperti diketahui sebelumnya, kasus peremasan payudara di Kelurahan Serua dilakukan pemilik kontrakan berinisal MR.

Awalnya pelaku datang untuk berkumpul bersama beberapa ibu-ibu yang sedang makan rujak pada Jumat (21/8/2020) sekitar pukul 15.00 WIB. 

Saat itu, korban S (38), mengucapkan kalimat candaan dan tanpa pikir panjang MR langsung meremas dan memelintir payudara S hingga memar. 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved