Anies Minta Izin Menteri PUPR agar Jalan Tol Dalam Kota Bisa Digunakan untuk Jalur Sepeda

Anies meminta kepada Basuki, untuk memberikan izin pemanfaatn satu ruas jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta (Cawang-Tanjung Priok) sisi Barat.

Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Jalur sepeda di Jalan Sudirman-Thamrin yang dilebarkan pada Minggu (19/7). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyurati Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Yaitu meminta izin menggunakan jalan Tol Dalam Kota untuk digunakan sebagai jalur sepeda.

Dalam surat yang diterima Warta Kota, Anies mengirim surat kepada Basuki pada 11 Agustus 2020 lalu.

Surat itu bernomor 297/-1.792.1 berisi Permohonan Pemanfaatan Ruas Jalan Tol Dalam Kota (Cawang-Tanjung Priok).

 Disidang Etik, Firli Sebut Gajinya Bisa Sewa Helikopter, ini Besaran Gaji dan Tunjangan Ketua KPK

 Bom Bunuh Diri di Filipina Tewaskan 75 Orang, Pelaku Dua Wanita, Salah Satunya WNI

 

Anies menyebut bahwa saat ini telah terbangun 63 k mdan 22 ruas jalan untuk jalur sepeda.

Namun disaat pandemi sekarang jumlah pesepeda telah mencapai 82.000 orang setiap minggunya.

Dengan jumlah kenaikan volume pesepeda sekira 15 persen.

Oleh karena itu, Anies meminta kepada Basuki, untuk memberikan izin pemanfaatn satu ruas jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta (Cawang-Tanjung Priok) sisi Barat.

Yaitu sebagai lintasan road bike guna mengakomodir pengguna sepeda setiap hari Minggu pukul 06.00-09.00.

 Tobat jadi Waria Selama 12 Tahun, Pria ini Sekarang Nikahi Wanita Cantik, Banjir Dukungan Netizen

 Video Detik-detik RDP PNS Kemenhub Kepergok Bawa Sabu 3 Kg saat Diperiksa di Bandara Batam

Sementara itu ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo membenarkan surat itu. Kata dia, surat tersebut telah disampaikan Anies kepada Basuki.

“Kami dari pak gubernur mengusulkan kepada pak Menteri PUPR untuk disiapkan satu ruas tol, tepatnya mulai di wilayah Kebon Nanas sampai dengan ke arah Tanjung Priok,” kata Syafrin di Balai Kota pada Rabu (26/8/2020).

Selain itu, Syafrin mengatakan  hanya sepeda jenis road bike (sepeda balap) yang dapat melintas di ruas tol lingkar dalam Jakarta Wiyoto-Wiyono ruas Cawang-Tanjung Priok. 

Sepeda lipat, sepeda gunung dan sepeda santai lainnya dilarang melintas bila izin itu diberikan.

Hal ini mempertimbangkan keselamatan pesepeda itu sendiri karena tingkat kecepatannya lebih rendah dibanding jenis road bike.

“Kami pahami bahwa para pesepeda khususnya yang komunitas road bike, itu mereka memiliki spesifikasi tersendiri,” ujar Syafrin di Balai Kota DKI pada Rabu (26/8/2020).

“Mereka saat bersepeda, kecepatannya tinggi kemudian mereka berkelompok, dan tentu jika ini difasilitasi bersamaan dengan warga lainnya itu akan tetap berpengaruh pada aspek keselamatan pengguna pesepeda lainnya,” tambah Syafrin.

Dalam kesempatan itu, Syafrin membeberkan alasan Pemprov DKI mengajukan ruas tol sebagai lintasan sepeda road bike.

Selain karena volume pesepeda terus meningkat, juga untuk mengakomodir pesepeda balap, sehingga aktivitasnya tidak membahayakan pesepeda lain.

“Untuk itu perlu pemikiran agar disiapkan satu ruang yang kemudian bisa mereka gunakan untuk melakukan kegiatan dengan road bike ini,” jelas Syafrin.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved