Penembakan

Polda Metro Jaya Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Berencana Bos Ekspedisi Pelayaran

Polda Metro Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Berencana Bos Ekspedisi Pelayaran. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Penulis: Budi Sam Law Malau |
istimewa
Rekonstruksi kasus pembunuhan berencana terhadap bos perusahaan ekspedisi pelayaran PT Dwi Putra Tirtajaya, Sugianto (51), di Mapolda Metro Jaya, Selasa (25/8/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggelar rekontruksi kasus pembunuhan berencana terhadap bos perusahaan ekspedisi pelayaran PT Dwi Putra Tirtajaya, Sugianto (51), Selasa (25/8/2020).

Sugianto diketahui tewas ditembak tak jauh dari kantornya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, 13 Agustus lalu.

Sebanyak 12 tersangka telah dibekuk polisi sebagai pelaku pembunuhan berencana atas Sugianto.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan rekonstruksi dimulai dengan adegan perencanaan pembunuhan yang diotaki oleh Nur Luthfiah (34), karyawan korban.

5 Fakta Kasus Penembakan di Royal Gading, Mulai Motif Pembunuhan Hingga Trik Kerasukan Otak Pelaku

"Rekonstruksi adegan perencanaan pembunuhan digelar di Mapolda Metro Jaya," kata Yusri, Selasa.

Selanjutnya tambah Yusri akan dilanjutkan dengan adegan ekskusi terhadap korban yang akan digelar di lokasi sesungguhnya di sekitar ruko Royal Gading Square, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Ia mengatakan rekonstruksi dilakukan untuk penyesuaian antara fakta yang ada di lapangan dengan BAP para saksi dan para tersangka.

"Tujuannya untuk lebih meyakinkan lagi berkas pemeriksaan yang ada dan disusun penyidik," katanya

Seperti diketahui Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya bersama Polres Jakarta Utara berhasil membekuk para pelaku yang terlibat dalam penembakan bos ekspedisi pelayaran PT Dwi Putra Tirtajaya, Sugianto (51) di Kelapa Gading, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.

Cerita Polisi Memburu Pelaku Penembakan di Royal Gading, Periksa Saksi Keluarga dan Rekan Bisnis

Para pelaku yang terlibat dalam pembunuhan berencana ini diketahui 12 orang.

Otak atau dalang pembunuhan adalah Nur Luthfiah alias NL (34) yang merupakan karyawan korban. NL diketahui merupakan karyawan administrasi bagian keuangan di perusahan ekspedisi pelayaran milik korban.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan NL bekerja di perusahaan korban sejak 2012, di bagian administrasi keuangan.

"Motifnya ada dua. Pertama, NL sakit hati terhadap korban karena sering dimaki-maki dengan kata-kata tidak pantas, dan sering diajak bersetubuh oleh korbab. Yang kedua tersangka NL merasa terancam karena diduga menggelapkan uang pajak perusahaan, dan korban mengancam akan melaporkannya ke Polisi," papar Nana di Mapolda Metro Jaya, Senin (24/8/2020).

Putra Siregar PS StoreBeli Barang Dari Batam dan Tahu Kepabeanan, Penyidik Bea Cukai Keheranan

Karena hal itulah, NL menceritakan semua keluh kesahnya ke suami sirinya tersangka Ruhiman alias R (42) alias MM. "NL meminta suami sirinya membantunya untuk menghabisi atau membunuh korban. Dalam hal mencapai tujuan maksudnya, NL menyiapkan uang Rp 200 juta," kata Nana.

Dari sanalah, kata Nana, R suami siri NL bersama NL sendiri merancang dan merencanakan pembunuhan terhadap korban.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved