Sabtu, 2 Mei 2026

KAMI Akui Barisan Sakit Hati, tapi Bukan karena Hasil Pilpres 2019

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menolak disebut sebagai pihak yang kecewa terhadap hasil Pilpres 2019.

Tayang:
ISTIMEWA
Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menolak disebut sebagai pihak yang kecewa terhadap hasil Pilpres 2019.

Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani mengatakan, banyak tokoh di dalam KAMI tidak terlibat pada Pilpres 2019, seperti dosen, guru, anggota DPD, dan para ulama.

"Yang kontestasi kan Pak Prabowo dan Pak Jokowi, kalau dikatakan banyak (terlibat Pilpres) tidak juga."

Setelah KAMI, Kini Mantan Relawan Jokowi-Maruf Amin Deklarasikan KITA

"Walau kemarin ada relawan Pak Prabowo, tapi ada juga yang dukung Pak Jokowi," ujar Yani saat dihubungi di Jakarta, Kamis (20/8/2020).

Jika KAMI disebut barisan sakit hati, kata Yani, memang KAMI terdiri dari orang-orang yang sakit hati kepada penyelenggara negara, karena tidak mampu menyelamatkan masyarakat di tengah pandemi, bukan sakit hati karena hasil Pilpres.

"Kami menang sakit hati, rakyat banyak tidak bekerja, pengangguran meningkat, tenaga kerja asing banyak yang masuk," ujar Yani.

Din Syamsuddin: Dubes Palestina Tak Baca Saksama Undangan, Lihat Nama Saya Langsung Berniat Hadir

Yani berharap pihak-pihak yang tidak sependapat dengan KAMI agar menyampaikan pendapatnya secara ilmiah, bukan malah mencari sesuatu yang tidak membangun bangsa ini.

"Kami ingin berdebat substansi, bagaimana sektor kehidupan yang sekarang mengalami penurunan."

"Kami juga lihat pemerintah tidak serius tangani Covid dan ada datanya, Indonesia nomor tiga dari urutan belakang," beber Yani.

 Mumtaz Rais Sudah Minta Maaf, Nawawi Pomolango Serahkan Kelanjutan Laporannya kepada Polisi

Sebelumnya, sekelompok masyarakat mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di kawasan Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Mereka mendeklarasikan 10 Jati diri yang dibacakan oleh Ahmad Yani yang didapuk sebagai Ketua Komite KAMI.

"Saya akan memulai membacakan jati diri Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia, dengan nama Tuhan yang Maha Esa" ujar mantan politikus PPP itu.

Ke-10 jati diri KAMI tersebut adalah:

1. KAMI adalah gerakan moral rakyat Indonesia dari berbagai elemen dan komponen yang berjuang bagi tegaknya kedaulatan negara, terciptanya kesejahteraan rakyat, dan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

2. KAMI berjuang dan bergerak untuk melakukan pengawasan sosial, kritik, koreksi, dan meluruskan kiblat bangsa dari segala bentuk penyimpangan dan penyelewengan.

3. KAMI berjuang dengan melakukan berbagai cara sesuai konstitusi, baik melalui edukasi, advokasi, maupun cara pengawasan sosial, politik moral, dan aksi-aksi dialogis, persuasif, dan efektif.

4. KAMI sebagai koalisi rakyat dengan latar belakang kemajemukan agama, suku, profesi, dan afiliasi politik, menjunjung tinggi kemajemukan, kerukunan, dan kebersamaan.

Pandangan dan sikap KAMI adalah perwujudan dari hal-hal yang dapat disepakati.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved