Breaking News:

Hanya 11,83 Persen Sampah Plastik yang Sudah Didaur Ulang

Hasil studi tentang rantai nilai sampah plastik di Pulau Jawa menunjukkan baru sekitar 11,83% sampah plastik yang sudah didaur ulang.

Penulis: | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Pengurus bersama warga RT 05 RW 041 Perumahan Villa Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi menggerakan kegiatan bank sampah. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Hasil studi tentang rantai nilai sampah plastik di Pulau Jawa menunjukkan baru sekitar 11,83% sampah plastik yang sudah didaur ulang.

Melihat fakta ini, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan laju daur ulang sampah plastik pasca konsumsi, Unilever Indonesia mendorong digitalisasi Bank Sampah melalui kolaborasi dengan Google My Business.

Digitalisasi ini memungkinkan masyarakat untuk lebih mudah menemukan Bank Sampah.

Dengan begitu, masyarakat yang sudah memilah sampah dari rumah akan bisa menyalurkan sampahnya dengan tepat, tidak terbuang ke TPA.

Nurdiana Darus, Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia, Tbk. menyampaikan, permasalahan pengelolaan sampah plastik maupun pengelolaan sampah secara keseluruhan memerlukan perhatian serius dari kita semua.

Semangat Kampung Berseri Astra Pulau Pramuka, Inspirasi Kurangi Sampah Plastik

Sebagai pihak produsen, paling lambat pada tahun 2025, Unilever secara global berkomitmen untuk mengurangi setengah dari penggunaan plastik baru, mempercepat penggunaan plastik daur ulang, serta mengumpulkan dan memproses kemasan plastik lebih banyak daripada yang dijualnya.

Guna membantu meningkatkan laju pengumpulan dan daur ulang kemasan plastik pasca konsumsi, Unilever Indonesia ingin memahami pemetaan mata rantai kemasan pasca konsumsi yang dapat didaur ulang; termasuk data mengenai pelaku pendaur ulang, potensi pasokan, model bisnis, dan kerangka kerja proses pengumpulan kemasan yang dapat didaur ulang.

Pengelola RPTRA Jakarta Utara Kampanyekan Gerakan Kurangi Sampah Plastik

Untuk itu, sepanjang Oktober 2019 hingga 20 Februari 2020, Unilever Indonesia bekerja sama dengan Sustainable Waste Indonesia (SWI) dan Indonesian Plastic Recyclers (IPR) melakukan sebuah studi mengenai tentang rantai nilai sampah plastik, khususnya di Pulau Jawa.

Dini Trisyanti selaku Direktur SWI mengungkapkan hasil studi tersebut,bahwa masyarakat di perkotaan Pulau Jawa menghasilkan sekitar 189.000 ton/bulan atau 6.300 ton/hari sampah plastik, dan hanya sekitar 11,83% atau kurang lebih 22.000 ton/bulan yang dikumpulkan kemudian didaur ulang. Sekitar 88,17% masih diangkut ke TPA atau berserakan di lingkungan.

Selain itu, penyerapan sampah plastik pasca konsumsi di Pulau Jawa masih sangat rendah, yakni baru sekitar 0,09 juta ton plastik per tahun dibandingkan dengan kapasitas daur ulang plastik nasional yang berada dikisaran 1,65 juta ton plastik per tahun.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved