Kamis, 7 Mei 2026

Berita Jakarta

Program Grebek Lumpur Demi Jakarta Terhindar dari Genangan Saat Musim Hujan Tiba

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta telah menggalakkan program Grebek Lumpur demi Ibu Kota terhindari dari genangan

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Warta Kota/Fitruyandi Al Fajri
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf saat meninjau lokasi pengerukan lumpur dan pelebaran Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara pada Rabu (19/8/2020) siang. Dinas SDA DKI Jakarta telah menggalakkan program Grebek Lumpur sejak April 2020 lalu untuk mengantisipasi genangan di Ibu Kota. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta telah menggalakkan program Grebek Lumpur demi Ibu Kota terhindari dari genangan yang biasa terjadi setiap tahun.

Tercatat ada 8.000 personel yang dikerahkan di lima wilayah administrasi Jakarta.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan, program ini sudah berjalan sejak April 2020.

UPDATE Covid-19 Depok Rabu 19 Agustus 2020: 39 Kelurahan di 11 Kecamatan Zona Merah, Ini Daftarnya

VIDEO: Masih Istri Vicky Prasetyo, Angel Lelga Minta Fiki Alman Datang ke Rumahnya Tengah Malam

Sasarannya, kata dia, endapan lumpur yang ada di kali, waduk, saluran mikro dan makro yang ada di lima wilayah kota.

“Di musim panas ini kami terus melaksanakan kegiatan-kegiatan pengerukan lumpur di semua wilayah. Tujuannya menambah kapasitas, dan ketika hujan daya tampungnya menjadi lebih besar sehingga genangan air bisa dikurangi,” kata Juaini pada Rabu (19/8/2020).

Juaini mengatakan, program Grebek Lumpur terus dilakukan sampai akhir tahun 2020. Ada 13 kali yang menjadi sasaran utamanya dalam program ini yang terbagi di lima wilayah kota.

Misalnya pengerukan lumpur di Kali Ciliwung segmen Kampung Melayu sampai Jembatan Tongtek sepanjang 5,3 kilometer di Jakarta Timur.

Artis Peran Ari Wibowo Ikut Merasakan Gempa Bengkulu, Katanya: Kenceng Banget, Ranjangnya Bergoyang

Kemudian pengerukan Kali Ciliwung di segmen Jembatan Tongtek sampai pintu air Mangarai sepanjang 2,7 kilometer di Jakarta Selatan.

Selanjutnya, pengerukan di Kali Kanal Banjir Barat (KBB) segmen pintu air Karet sampai Jembatan Roxy sepanjang 13,9 kilometer di Jakarta Pusat.

Lalu pengerukan di kali KBB segmen Jelambar sampai Season City sepanjang 1,5 kilomter di Jakarta Barat.

“Terakhir, pengerukan di Kali Adem segmen PIK (Pantai Indah Kapuk) sampai Muara Angka sepanjang 3,2 kilometer di Jakarta Utara,” jelas Juaini.

Fakhri Husaini: Coach Henk Wullems Tak Pernah Salahkan Individu Pemain

Menurutnya, anggaran yang dikeluarkan untuk program Grebek Lumpur sekitat Rp 400 miliar. Seluruh anggaran tersebut telah dialokasikan di masing-masing Sudin SDA di lima wilayah kota.

“Pengerjannya dilakukan melalui swa kelola di masing-masing Sudin berupa anggaran pemeliharaan. Jadi alatnya pakai punya sendiri, operator dan BBM (bahan bakar minyak) kami adakan sendiri, kira-kira per wilayah anggarannya Rp 80 miliar,” ujar Juaini.

"Anggaran itu dalam berbagai bentuk kegiatan. Di antaranya pembayaran upah bagi petugas jasa lainnya orang perorangan (PJLP), pembelian BBM, pemeliharaan pompa dan sebagainya," tambahnya.

Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara Adrian Mara Maulana menambahkan, pihaknya telah mengeruk Kali Adem sejak dua pekan lalu.

Di Tengah Pandemi, Minat Beli Apartemen di TB Simatupang Justru Meningkat 20 Persen

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved