Kuliner
Apa Saja Bahan-bahan Alami Pengganti MSG atau Micin? Berikut Ini Daftarnya
Berikut ini bahan-bahan alami pengganti MSG atau micin untuk makanan-makanan yang Anda masak.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Anda ingin memasak makanan tanpa monosodium glutamate (MSG) atau micin?
Ya, ada beberapa bahan alami pengganti MSG untuk makanan-makanan yang ada masak.
Lalu, apa saja bahan-bahan alami pengganti MSG?
Dalam memasak, ada berbagai bumbu yang digunakan agar makanan terasa lebih lezat.
• Cegah Hipertensi, Sumber Rasa Umami (MSG) Bisa Jadi Alternatif Garam
• Ahli Gizi: MSG Mampu Tingkatkan Asupan Makanan pada Lansia
Mulai dari garam, gula, bumbu dapur seperti merica, jahe, ketumbar, lengkuas dan bahan-bahan alami lainnya.
Namun ada juga yang menambahkan penyedap rasa atau bumbu masakan lain, yaitu MSG, yang disebut juga sebagai micin.
MSG adalah singkatan dari monosodium glutamate, yang disebut bisa menyebabkan beberapa penyakit kalau dikonsumsi dalam jangka waktu panjang, seperti tekanan darah tinggi.
Penggunaan MSG banyak digunakan pada berbagai jenis makanan karena membuat masakan jadi terasa lebih gurih dan memiliki rasa khas, yaitu umami.
Karena dampak konsumsi MSG yang tidak baik bagi tubuh inilah, maka orang tua tidak membolehkan kita untuk terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung MSG.
Nah, untuk mengurangi konsumsi MSG tapi tetap membuat makanan terasa gurih dan lezat, ada berbagai bahan alami yang bisa dijadikan sebagai pengganti MSG.
Bawang Putih
Salah satu bumbu dapur yang hampir selalu digunakan di setiap masakan adalah bawang, seperti bawang putih dan bawang merah.
Tahukah kamu? Bawang putih merupakan salah satu bumbu dapur alami yang bisa digunakan sebagai pengganti MSG, lo.
Untuk menggunakan bawang putih sebagai pengganti MSG, kita bisa mengulek bawang putih, maupun memakai bawang putih bubuk.
Atau teman-teman juga bsia membuat bawang putih bubuk bersama orang tua di rumah.
Caranya adalah dengan memanggang bawang putih sampai kering, kemudian tumbuk atau blender bawang putih sampai menjadi berbentuk bubuk.
Rempah-Rempah
Rempah-rempah yang digunakan untuk memasak juga bisa menjadi bahan alami untuk menggantikan MSG.
Berbagai rempat-rempah seperti merica, ketumbar, kemiri, hingga pala merupakan bahan alami yang bisa digunakan untuk membuat masakan lezat seperti memakai MSG.
Cukup dengan mengulek atau menghaluskan berbagai rempah tadi sesuai dengan resep, maka rasa masakan akan menjadi gurih dan lezat.
Kaldu
Selain garam dan gula, perasa makanan yang juga sering ditambahkan adalah kaldu bubuk, biasanya kaldu sapi dan kaldu ayam.
Namun kaldu bubuk yang dibeli di toko sudah ditambahkan dengan berbagai bahan lainnya, seperti pengawet maupun MSG.
Untuk mengganti kaldu bubuk yang dibeli di toko, kia bisa membuatnya sendiri di rumah, lo.
Caranya adalah dengan merebus tulang dan daging sapi atau ayam sampai mengeluarkan rasa yang gurih.
Kemudian disimpan di kulkas.
Kulit dan Kepala Udang
Kalau akan memasak udang, ibu akan membersihkan dan membuang bagian kulit dan kepala udang.
Nah, mulai sekarang beri tahu ibu agar tidak membuang kulit dan kepala udang, yuk!
Dua bagian tubuh udang ini ternyata bisa digunakan sebagai penyedap masakan pengganti MSG.
Cukup dengan bersihkan dulu bagian kepala dari kotoran udang, kemudian rebus kulit dan kepala udang, lalu saring airnya.
Air kaldu udang pun bisa digunakan sebagai penyedap masakan pengganti MSG.
Kata Ahli Gizi Soal MSG
Monosodium Glutamat atau dikenal dengan MSG ternyata mampu meningkatkan asupan makanan pada lansia.
Hal ini disampaikan oleh ahli gizi Dr. Johannes Chandrawinata, MND, SpGK.
Menurutnya, untuk menjaga rasa makanan serta meningkatkan asupan makanan pada lansia, perlu diberikan MSG.
“Ternyata pemberian MSG pada makanan rendah garam mampu memberikan efek rasa nikmat yang setara dengan makanan berkadar garam normal,” katanya.
Johannes menambahkan, saat ini ada banyak lansia yang bermasalah dengan gizi. Faktor penyebabnya pun beragam.
Seperti penggunaan gigi palsu yang mengandung metal dan dapat memengaruhi indera pengecapan, hingga bertambahnya usia.
“Bertambahnya usia dapat memengaruhi berkurangnya sensor rasa di lidah dan rongga mulut, sehingga makanan akan terasa kurang enak dan nafsu makan menurun,” terangnya.
Selain itu, lansia juga mengalami penurunan produksi air liur (saliva) yang berfungsi untuk menelan, membantu pencernaan pati, dan karbohidrat.
“Di luar itu, ada juga lansia yang mengalami berkurangnya produksi getah lambung yang berdampak pada menurunnya nafsu makan,” lanjutnya.
Di sinilah peran MSG dibutuhkan. Johannes menyebut, MSG memberi rasa umami atau rasa gurih, sehingga makanan terasa lebih nikmat.
“MSG juga merangsang produksi saliva sehingga indera perasa di lidah dan mulut dapat mengecap rasa makanan lebih baik"
"Selain itu, proses mengunyah dan menelan berlangsung dengan baik,” katanya.
Johannes meyakini, pemberian MSG untuk makanan lansia akan merangsang pengeluaran getah lambung.
Sehingga nafsu makan akan meningkat dan pencernaan di lambung menjadi lancar.
Fungsi baik MSG untuk lansia ini menurut Johannes belum banyak diketahui masyarakat.
Malah, yang beredar malah sebaliknya.
Banyak yang mengampanyekan perihal keburukan MSG.
Padahal tidak demikian.
Saat ini, kata Johannes, banyak penelitian tentang bantahan keburukan MSG.
Salah satunya dilakukan oleh UGM melalui “Journal Nutrition” pada 2000.
“Dalam penelitian tersebut, peserta diberikan makan pagi tanpa MSG dan dibagi dalam tiga kelompok yang diberikan kapsul placebo (kapsul tanpa MSG), kapsul 1,5 gram MSG, dan kapsul dengan 3 gram MSG"
"Hasilnya membuktikan bahwa keluhan sakit kepala, tegang pada leher, kebas, dan haus di tiga kelompok sama saja,” tutupnya.
(Bobo.id/SumberLain/Wartakotalive.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20171208-micin_20171208_071257.jpg)