Breaking News:

Pendidikan

Ombudsman Soroti PPDB SMA/SMK di Depok Marak Siswa Titipan, Disdik Jabar Lepas Tanggungjawab

Siswa titipan dari sejumlah pihak itu, diakomodir sekolah dalam PPDB offline yang disepakati oleh seluruh kepala sekolah SMA/SMK lewat MKKS

Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Ilustrasi: Siswa baru mengikuti kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SMA Negeri 2 Depok yang berlokasi di Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya, Depok, Senin (13/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya, Teguh P Nugroho, mengatakan dari hasil penelusuran dan pemeriksaan yang dilakukan pihaknya disimpulkan bahwa proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Negeri, Tahun Ajaran 2020/2021 di Kota Depok, cukup marak siswa titipan.

Siswa titipan dari sejumlah pihak itu, diakomodir sekolah dalam PPDB offline yang disepakati oleh seluruh kepala sekolah SMA/SMK lewat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

"Sehingga disepakati untuk menambah kursi calon peserta didik sebanyak 4 orang perkelas. Sehingga jumlah siswa di setiap rombongan belajar, yang tadinya 36 siswa menjadi 40 siswa," kata Teguh, kepada Warta Kota, Jumat (7/8/2020).

Padahal kesepakatan itu kata Teguh, bukanlah dasar hukum .

"Dan tidak bisa dijadikan dasar untuk penambahan calon peserta didik di luar PPDB online," kata Teguh.

Menurut Teguh hal tersebut sebagai bentuk lepas tangan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dalam menghadapi tekanan berbagi pihak agar SMK dan SMA Negeri dapat menerima tambahan siswa.

"Sehingga meletakan keputusan tersebut ke tangan Satuan Pendidikan yakni sekolah dan bukan di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat," kata Teguh.

Seharusnya kata Teguh Disdik Jabar di dalam juknisnya dapat menyatakan bahwa peserta didik PPDB 2020 di Jawa Barat adalah calon peserta didik yang lolos seleksi online.

"Dan setelah itu sudah titik, tanpa koma, apalagi kalimat sambung yang menyatakan bahwa penentuan akhir peserta didik yang diterima di sekolah sepenuhnya kewenangan Sekolah," papar Teguh.

Teguh menyatakan diketahuinya masih maraknya siswa titipan dalam PPDB SMA/SMK Negeri di Depok setelah pihaknya menerima sedikitnya 20 laporan masyarakat atas penyelenggaraan PPDB tingkat SMA di Kota Depok.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved