Breaking News:

Transportasi Jakarta

Manajemen PT Metro Mini Diduga Carut-marut, Pekerja pun Jadi Terlantar hingga Jadi Pemulung

Salah satu perusahaan milik swasta yang bergelut di bidang jasa transportasi, PT Metro Mini, telah menghentikan operasionalnya sejak 2019 lalu,

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Rangga Baskoro
Yana (kanan) mantan pegawai PT Metro Mini yang kini jadi pemulung, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (7/8/2020). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTAKOTALIVE.COM, CAKUNG - Salah satu perusahaan milik swasta yang bergelut di bidang jasa transportasi, PT Metro Mini, telah menghentikan operasionalnya sejak 2019 lalu, lantaran kondisi kendaraan dinilai sudah tak layak jalan.

Tak hanya itu, kondisi manajemennya yang carut-marut menyebabkan perusahaan tersebut hingga kini tak bisa bergabung dengan TransJakarta seperti perusahaan bus dalam kota lainnya.

Setahun menunggu ketidakpastian mengakibatkan para karyawan metro mini terlantar.

Mereka terpaksa banting stir guna memenuhi kebutuhan perut, seperti mantan kernet bus Metro Mini bernama Yana (63).

"Saya dulu nyuci mobil, terus ikut jadi kernet. Sekarang karena enggak ada kerjaan jadi pemulung barang rongsokan," kata Yana di pool bus Metro Mini, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (7/8/2020).

Dalam sehari, ia bisa menyuci tak kurang dari 5 bus dengan tarif Rp 10 ribu setiap menyuci 1 bus.

Kondisi perekonomiannya tercukupi meski hanya mengantungi setidaknya Rp 50 ribu per hari.

"Dulu masih Alhamdulillah. Karena kan sehari bisa nyuci 5 sampai 10 bus.

"Ada juga tambahan kalau ikutan narik," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved