Berita Internasional
TIMOR LESTE Jadi Sapi Perahan Australia Selama 20 Tahun? Kok Bisa? Berikut Ini Penjelasan Lengkapnya
Hingga saat ini, disebut-sebut Timor Leste jadi sapi perahan Australia, mengapa bisa terjadi seperti itu?
Meski demikiann sebenarnya INTERFET hanyalah sebagian kecil dari kisah Australia dengan Timor-Leste.
INTERFET Australia ke Timor Leste
Setelah lebih dari 78% orang Timor memilih kemerdekaan dalam referendum pada 30 Agustus 1999, milisi paramiliter pro-Indonesia yang marah menanggapinya dengan kekerasan.

Para suporter Timor Leste yang menyaksikan laga babak Kualifikasi Piala Asia Grup K yang mempertemukan timnas U-19 Indonesia vs Timor Leste yang berlangsung di Stadion Madya, Jakarta, Rabu (6/11/2019) (Kompas.com/Alsadad Rudi)
Secara sistematis, mereka meruntuhkan kota, membakar bangunan, dan menyerang serta membunuh orang.
Sekitar 1500 warga Timor diperkirakan tewas dalam kekerasan itu, puluhan ribu meninggalkan rumah mereka ke gunung-gunung, dan pasukan Indonesia memaksa lebih dari 300.000 orang melewati perbatasan darat ke Timor Barat.
Kemarahan internasional tersebut akhirnya memaksa pendirian INTERFET.
Australia - pemain kunci dalam keputusan untuk campur tangan - membalikkan satu dekade kebijakan luar negeri yang ambivalen yang lebih suka melupakan masalah Timor-Leste dan melangkah masuk.

30 Prajurti ABRI Berangkat Cuma 9 Orang yang Selamat, Begini Sengitnya Pertempuran di Timor Timur (Capture Youtube via Tribun Jambi)
Tidak ada pertanyaan bahwa INTERFET bekerja dengan baik.
Tetapi keputusan Australia untuk pergi ke Timor-Leste tidak hanya berprinsip ingin mengamankan kedaulatan negara tetangganya yang masih baru.
Perebutan Minyak di Timor Leste
Hanya dua bulan sebelum kemerdekaan penuh Timor-Leste dipulihkan, Australia menarik pengakuannya atas yurisdiksi Mahkamah Internasional untuk menyelesaikan perselisihan batas laut.
Itu merupakan jenis diskusi yang tepat yang perlu dikumpulkan oleh Timor-Leste tentang cadangan minyak dan gas yang menguntungkan terkubur jauh di dalam Laut Timor.