Perseteruan AS China
Selagi Bersitegang, AS dan China Sama-sama Latihan Tempur Peluru Kendali Balistik
Kami dalam kesiapsiagaan tempur, latihan ini untuk menjamin tindakan kami terukur dan tepat
Penulis: |
Wartakotalive, Jakarta - Selagi bersitegang, China dan Amerika Serikat pada waktu yang hampir bersamaan melakukan latihan peluncuran peluru kendali (rudal) jarak jauh atau balistik, yang mampu menempuh jarak lebih dari 4.000 km.
Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) - sebutan untuk angkatan bersenjata Republik Rakyat China - melakukan uji luncur dua rudal balistik Dong Feng (DF)-26 dan DF-16.
Kabar tersebut diungkap melalui situs resmi PLA 81.cm, yang dikutip scmp.com, Rabu, 5 Agustus 2020.
Rudal DF-26 mampu menjangkau sasaran sejauh 4.000 km.
Ini rudal balistik pertama China yang mampu menyasar pangkalan militer AS di Guam, wilayah AS di Pasifik Barat.
Rudal ini berhulu ledak konvensional, bukan nuklir.
Sedangkan rudal DF-16 punya daya akurasi paling tinggi dibandingkan rudal lain.
Namun, rudal ini berjarak jangkau menengah, yang mampu menyasar pangkalan militer AS di Okinawa, Jepang.
"Kami dalam kesiapsiagaan tempur, latihan ini untuk menjamin tindakan kami terukur dan tepat," kata Liu Yang, komandan brigade rudal.
Dalam situs itu disebutkan bahwa brigade itu melakukan latih untuk menguji kemampuan respons mereka dalam menghadapi serangan nuklir.
Pada Januari lalu, Kesatuan Roket PLA sudah menguji kemampuan mereka untuk melakukan serangan balik rudal nuklir.
Serangan balasan itu dilakukan menggunakan rudal yang diluncurkan dari silo, atau tempat peluncuran rudal di bawah tanah.
Sementara itu, Global Strike Command AU AS mengumumkan sudah melakukan latihan peluncuran rudal balistik pada Selasa pagi kemarin.
Rudal yang tidak disebutkan tipenya tersebut diluncurkan dari pangkalan AU di California.
Sasaran tembak berada di dekat Kepulauan Marshall, di Samudera Pasifik, sejauh 6.000 km.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/rudal-dong-feng-df-26.jpg)