Kisah Hendra yang Ditolak Sekolahnya karena Tangannya Cacat yang Sebabkan tidak bisa Menulis
Tangannya memang tak bisa menulis, tetapi dia memiliki kemampuan seperti pelajar lainnya, seperti membaca, menghitung, serta bersosialisasi.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Nasib tragis dialami oleh Muhammad Hendra Afriyanto.
Di mana seharusnya ia seharusnya merasakan kesenangan karena sudah diterima di SMPN 2 Tamanan Bondowoso.
Namun, keadaan justru berbanding terbalik.
Hendra harus berurai air mata karena sekolah menolaknya.
Pasalnya kondisi tangannya yang cacat hingga sebabkan tidak bisa menulis.
• Ini 3 Tempat Kemping Asyik di Bogor untuk Ajak Keluarga Berwisata
• Terdampak Pandemi, Pilot ini Banting Setir Jadi Kurir Makanan, Dulu Gaji Rp 2 Juta, kini Rp 250.000
Dilansir dari Kompas.com, kala itu orangtuanya juga turut bergembira. Walau tak punya uang, sang ayah berusaha membelikan anaknya seragam sekolah.
Namun, kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Sebab pihak sekolah ragu hendak menerima Hendra.
Alasannya, Hendra tak bisa menulis karena tangannya cacat.
Padahal, kemampuannya tak jauh berbeda dengan pelajar lainnya.
Mendengar sekolah meminta dirinya mundur, Hendra menangis.
Padahal, dirinya sudah mencoba memakai seragam dan topi sekolah.
Impiannya seperti runtuh saat sekolah memperlakukan dirinya karena mengalami keterbatasan fisik.
Hendra asal Desa Sumberkemuning, Kecamatan Tamanan terlahir sebagai anak difabel.
Dia baru saja lulus dari SDN Sumber Kemuning 2.
Tangannya memang tak bisa menulis, tetapi dia memiliki kemampuan seperti pelajar lainnya, seperti membaca, menghitung, serta bersosialisasi.
• Ketika Anies Tarik Tuas Rem Darurat karena Jumlah Kasus Covid-19 di Jakarta Terus Meningkat
• Beda Keterangan dengan Ketua DPRD DKI, DPW PKS Tepis Kematian Dani Anwar Akibat Covid-19