Rabu, 8 April 2026

Berita Internasional

Selagi Banyak Perusahaan Pailit, Amazon Justru Menangguk Laba Luar Biasa Gede

Pada saat banyak perusahaan mengurangi tenaga kerjanya, Amazon malah menambah tenaga kerjanya sampai 175.000 orang dalam beberapa bulan terakhir ini

Penulis: |
news.abs-cbn.com
AMAZON 

Wartakotalive, Jakarta - Banyak sekali perusahaan yang pailit gara-gara pandemi virus corona, tapi Amazon.com Inc justru menangguk untung luar biasa, bahkan untung terbesar sepanjang 26 tahun sejarah hidup perusahaan e-dagang tersebut.

Pada saat banyak perusahaan mengurangi tenaga kerjanya, Amazon malah menambah tenaga kerjanya sampai 175.000 orang dalam beberapa bulan terakhir ini.

Penambahan pekerja sebanyak itu akibat dari pelonjakan luar biasa pembelanja di toko online-nya.

Berdasarkan keterangan perusahaan tersebut kepada bursa Amerika Serikat, Kamis kemarin, Amazon meraup pendapatan sampai dengan akhir kuartal kedua tahun ini sebesar 88,9 miliar dolar AS.

Angka tersebut dalam rupiah sebesar Rp 1.297 triliun, dalam enam bulan pertama tahun ini saja.

Sekadar pembanding, dalam revisi APBN RI 2020 yang diteken Presiden Jokowi Juni lalu, pendapatan negara sepanjang tahun 2020 dipatok sebesar Rp 1.699,95 triliun.

Pendapatan Amazon tersebut melonjak 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kantor pusat Amazon di Seattle, Washington DC, AS
Kantor pusat Amazon di Seattle, Washington DC, AS (wikipedia.com)

Meski Amazon mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli dan melengkapi pelindung diri bagi karyawannya dari pandemi corona sebesar 4 miliar dolar AS (Rp 58,4 triliun), toh masih meraih keuntungan bersih sebesar Rp 5,2 miliar dolar AS (Rp 75,9 triliun).

Angka pendapatan bersih tersebut sebanyak dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Jeff Bezos, yang kini tercatat sebagai orang terkaya di dunia, mengatakan,"Ini adalah triwulan yang luar biasa".

Saham perusahaan itu pun sudah melompat lebih dari 60 persen sejak awal tahun ini.

Perusahaan yang didirikan pada Juli 1994 di Seattle itu semula menjual CD musik, dan film, kemudian buku, yang dilakukan melalui akuisisi perusahaan penjualan buku.

Lama kelamaan Amazon masuk pada bisnis penyediaan ruang simpan bagi para perusahaan online.

Jeff Bezos
Jeff Bezos (istimewa)

Kini perusahaan itu sudah menjelma menjadi raksasa e-dagang, yang terbesar di dunia.

Bisnisnya di bidang layanan cloud pun menjadi salah satu dari lima besar di dunia.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved