Virus Corona
Ada 68 Perkantoran di Ibu Kota Jadi Klaster Penyebaran Covid-19
Data tersebut terungkap saat petugas melakukan tracing atau melacak penularan Covid-19 yang terjadi di masyarakat.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut, jumlah klaster Covid-19 di perkantoran DKI Jakarta bertambah menjadi 68 kantor dengan angka positif mencapai 440 orang sampai Minggu (26/7/2020).
Angka ini naik sembilan kantor atau 65 orang dibanding pada Sabtu (25/7) yang menembus 59 klaster dengan 375 orang positif Covid-19. Demikian diungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia.
Dwi mengatakan, data tersebut terungkap saat petugas melakukan tracing atau melacak penularan Covid-19 yang terjadi di masyarakat. “Semua orang yang dites dan hasilnya kita kelola dan kemudian di-tracing ke keluarga, ke lingkungan kerja, dan lingkungan lain,” kata Dwi pada Selasa (28/7/2020).
• Setelah 26 Jam, Penculik Bocah Berusia 3 Tahun Ditangkap, Ibu Pelaku Juga Diamankan, Apa Motifnya?
• Atasi Migrasi, Rp41 Triliun Dana Desa Digunakan untuk Padat Karya Tunai
Dwi mengatakan, upaya tracing ini perlu dilakukan untuk menghindari penularan kepada yang lain. Bagi orang yang terkonfirmasi positif, petugas akan merujuknya ke rumah sakit atau menyarankan mereka untuk isolasi mandiri di rumah. “Kalau tidak isolasi padahal positif dan tetap berkegiatan, berarti kan dia bisa menularkan ke orang yang lebih banyak,” ujar Dwi.
“Tapi, kalau ternyata sakit nah harus dirawat, tapi mayoritas sih tidak bergejala dan dia bisa isolasi di rumah. Namun kalau di rumah tidak memungkinkan, bisa di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran,” tambahnya.
Menurut Dwi, 68 kantor itu merupakan hasil pendataan yang dilakukan pemerintah sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi dimulai pada Senin (4/7/2020) sampai Minggu (26/7/2020) . Dari puluhan kantor itu, kata dia, hampir semua penanganan Covid-19 telah diselesaikan dengan baik.
• Digempur Isu Dinasti Politik, Ruhamaben: Majunya Ibu Azizah bukan Ujug-ujug Aji Mumpung
• VIDEO: Belum Dapat Bantuan UNHCR, Dua Pencari Suaka Positif Covid-19 Isolasi Mandiri
“Tentu ada kantor-kantor yang sudah selesai, karena sudah berhasil memutus rantai penularan. Bagi yang reaktif atau positif langsung kita isolasi, sehinga tidak menularkan kepada yang lain,” jelasnya.
Pengawasan lemah
Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta menyoroti lemahnya pengawasan yang dilakukan pemerintah daerah terhadap penularan Covid-19 di klaster perkantoran. Hal itu dikatakan PDIP DKI Jakarta untuk menanggapi adanya 59 perkantoran di wilayah setempat yang terpapar Covid-19.
“Pengawasan bukan sekadar kurang, malah nyaris tidak ada,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono pada Selasa (28/7/2020). Gembong mencontohkan, adanya klaster Covid-19 di pasar tradisional beberapa waktu lalu. Begitu kasusnya naik di sana, pemerintah daerah langsung mengetatkan pengawasannya di lokasi.
• Pohon Kopi Jadi Saksi Bisu Kepala Desa Bunuh Diri, Tinggalkan Pesan untuk Anak Istri
• ASN dan Pegawai di Kantor Kecamatan Matraman Jalani Swab Test Pasca Ada yang Positif
Bahkan pemerintah daerah turut mengerahkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) untuk membantu mengawasi protokol pencegahan Covid-19 di pasar. “Harusnya jangan seperti itu, begitu sudah ramai baru muncul (pengetatan),” ujar Gembong.
Menurutnya, sejak PSBB transisi DKI telah menyusun dua sif kerja dengan jeda waktu tiga jam. Pemerintah daerah juga telah membatasi jumlah karyawan yang bekerja di perusahaan sebanyak 50 persen dari kapasitas yang ada.
“Harusnya sejak dini, begitu kebijakan dikeluarkan agar bisa berjalan efektif caranya lakukan pengawasan dan pengontrolan di lapangan dengan baik dan benar,” jelasnya. “Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi harus bisa melakukan pengawasan secara intens, sehingga klaster perkantoran bisa diperkecil,” ungkap Gembong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/asn.jpg)